UNS – Sebanyak enam orang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Pengembangan Pangan Universitas Kentucky Amerika Serikat, Selasa (11/6/2019) melakukan kunjungan ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kunjungan ini merupakan balasan dari bentuk kerjasama antar universitas, yang dilakukan sebelumnya, terutama dengan Fakultas Pertanian. Pada kesempatan ini, mereka sekaligus belajar mengenai sistem pertanian di Jawa, sejarah dan kebudayaannya.
“Ini merupakan program luar negeri yang kami namai agrotropical ecology in sustainable technologi. Selama satu pekan di Solo, kami ingin belajar tentang bagaimana masyarakat Jawa mengelola pertaniannya,” jelas ketua rombongan yang sekaligus Guru Besar dalam Bidang SosiologiPedesaan, Prof Keiko Tanaka.
Pada kunjungan kali ini, mereka mendapatkan materi perihal bagaimana orang Jawa mengelola sistem pertanian dari Kepala Program Studi (Kaprodi) Doktor Kajian Budaya, Prof Andrik Purwasito. Prof Andrik memaparkan bagaimana kearifan lokal begitu mewarnai sistem pertanian di Jawa.
“Orang Indonesia khususnya orang Jawa dalam mengembangkan pertanian tidak hanya mengandalkan alam dan teknologi namun juga menggunakan aspek-aspek kepercayaan terhadap Tuhan. Aspek religiusitas ini yang tidak dipunyai oleh masyarakat Barat, meski pada akhirnya, teknologi dan religiusitas ini berjalan dengan beriringan,” papar Prof Andrik dalam materinya yang diberi judul Tradition of Genious Java in Processing Agriculture. Kearifan lokal orang Jawa dalam bidang pertanian salah satunya dicontohkan dengan adanya tradisi kirab malam 1 Sura, dimana masyarakat antusias menyaksikan iring-iringan kerbau koleksi Keraton Kasunanan, bahkan berebut kotorannya.
“Ini merupakan simbol kesuburan dalam pertanian, sehingga jangan dilihat dari aspek mistis dan sejenisnya,” tambahnya.
Prof Tanaka menambahkan alasan memilih UNS sebagai tempat belajar dan pilihan menjalin kerjasama karena kredibilitas UNS disamping lokasi UNS yang berada di pusat kebudayaan Jawa, dan ekologinya yang masih sangat dekat dengan pertanian.
Usai kunjungan, Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof Ahmad Yunus menyampaikan bahwadengan adanya aktivitas kunjungan dan kerjasama antar universitas di luar negeri, hal ini bisasegera mempercepat tujuan internasionalisasi kampus. “Berikutnya kami akan mengirim mahasiswa dan juga dosen untuk mengikuti summer course, internship dan sejenisnya untuk meningkatkan aktivitas internasional student dan juga dosen-dosen kita,” jelasnya. Humas UNS

















