UNS Gelar Silaturahmi dan Sharing Ideas Mahasiswa S-3 Program Khusus dan Dosen Persiapan Guru Besar

UNS Gelar Silaturahmi dan Sharing Ideas Mahasiswa S-3 Program Khusus dan Dosen Persiapan Guru Besar

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan silaturahmi dan sharing ideas mahasiswa S-3 program khusus dan dosen persiapan guru besar. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Lantai 3 Gedung UNS Tower Ki Hadjar Dewantara, Senin (30/5/2022). S-3 Program Khusus ini merupakan program yang ditujukan bagi dosen UNS yang masih bergelar magister untuk menempuh studi doktoral atau S-3.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus, dan Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Suranto. Selain itu, beberapa dekan dan wakil dekan yang ada di UNS juga turut menghadiri acara ini.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho berharap agar para dosen segera menyandang gelar doktor.

“Kemarin hampir menyentuh angka 47%, tapi karena ada kebijakan menambah dosen vokasi sehingga menjadi 42%. Kita dorong terus para dosen tersebut, jumlah dosen yang sedang S-3 ada 173 dosen. Ndang luluso,” harap Prof. Jamal.

Selain itu, Ia juga berharap agar para dosen yang sudah bergelar doktor segera menyiapkan berkas untuk pengajuan guru besar. Prof. Jamal yakin bahwa dosen-dosen di UNS memiliki kemampuan intelektual yang tinggi karena telah lama mengabdi menjadi dosen.

“Kemudian, jangan sampai ada dosen yang tidak melakukan penelitian. Semua harus meneliti. Kami juga menyiapkan anggaran riset untuk calon doktor,” imbuhnya.

Seusai sambutan, acara diisi dengan ceramah oleh Prof. Munawir Yusuf. Ia menyampaikan materi mengenai etos kerja.

“Etos kerja bukan hanya dilakukan ketika kita mau punya suatu harapan saja, tapi harus dilakukan secara terus menerus. Bukan ketika mau pensiun, kemudian etos kerjanya menjadi asal-asalan. Etos kerja harus dilakukan secara sungguh-sungguh untuk mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin,” jelasnya.

Prof. Munawir menuturkan bahwa tantangan terbesar terdapat pada diri sendiri, terutama motivasi atau semangat dalam diri masing-masing.

“Kalau bapak dan ibu masih punya semangat dan motivasi untuk segera selesai studi, insyaallah segera selesai. Tapi kalau sudah kehilangan semangat, itu akan kehilangan segala-galanya. Semoga bapak dan ibu bisa menjaga motivasi dan semangat karena setiap orang punya persoalan, masalah, dan hambatan dalam mencapai sesuatu,” tuturnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti