Universitas Sebelas Maret (UNS) memperluas cakupan wilayah pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tak hanya meliputi 17 daerah di Solo Raya dan sekitarnya. Bahkan, KKN UNS bisa mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia.

Kepala Unit Pelaksanaan KKN UNS Dr. Sc. Agr. Rahayu, SP., MP., mengungkapkan, untuk mencakup wilayah yang lebih luas tersebut pihaknya menerbitkan program KKN Bilateral dan KKN Kebangsaan yang digagas Dikti.

KKN Bilateral, lanjut Rahayu, mahasiswa bebas memilih daerah yang akan menjadi lokasi KKN asalkan mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan ijin dari pemerintah daerah setempat. “Yang terpenting mereka mendapatkan ijin dari pemerintah daerah setempat dan mahasiswa juga juga memiliki kejelasan mitra,” kata Rahayu, Senin (20/1).

Berbeda dengan KKN Bilateral, implementasi KKN Kebangsaan dilakukan dengan kolaborasi sejumlah perguruan tinggi untuk menggelar KKN. Setiap perguruan tinggi bakal saling tukar mahasiswa peserta KKN.

Terkait hal itu, UNS bermaksud melakukan kerjasama KKN Kebangsaan dengan sebuah universitas negeri baru di Merauke. “LPPM dari universitas di Merauke sudah hubungi kita, bisa bilateral. Maksudnya kita kirimkan mahasiswa untuk KKN di Merauke dan dibimbing oleh mereka. Sana juga bisa kirimkan mahasiswa ke sini dalam konteks KKN. Ini masih penjajakan,” tutur Rahayu.

Sebelumnya, UNS juga telah mengerimkan lima mahasiswanya untuk bergabung bersama mahasiswa dari 33 universitas se-Indonesia di Sulawesi Selatan. Pengiriman delegasi ini dimaksudkan untuk implementasi KKN Kebangsaan oleh semua PT.

Tahun ini UNS akan mengirimkan sebanyak 6.500 mahasiswa KKN yang terbagi ke dalam dua angkatan. Angkatan pertama periode Juli-Agustus 2014 sebanyak 4.000 mahasiswa dan angkatan kedua untuk periode Januari-Februari 2015 sebanyak 2.500 mahasiswa.[]