UPT Perpustakaan UNS Gelar Workshop Manajemen Referensi Berbasis Mendeley

UPT Perpustakaan UNS Gelar Workshop Manajemen Referensi Berbasis Mendeley

UNS – Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar workshop bertajuk ‘Manajemen Referensi Berbasis Mendeley’ bertempat di Ruang Seminar UPT Perpustakaan UNS, Kamis (27/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut, peserta workshop secara eksklusif mendapatkan penjelasan secara detail mengenai pengertian dan cara menggunakan Mendeley. Mendeley yang dikembangkan oleh Elsevier untuk program komputer dan website tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengelola dan membagikan makalah penelitian. Selain itu, Mendeley juga dapat digunakan oleh para dosen dan mahasiswa untuk mencari data penelitian.

Membuka jalannya workshop, Kepala UPT Perpustakaan UNS, Burhanudin Harapan, Ph. D, mengatakan bahwa workshop yang digelar tersebut ditujukan untuk membantu mahasiswa dan dosen, utamanya saat akan menghadapi tugas akhir.

“Semoga dengan kehadiran mahasiswa S1, S2, dan S3, serta bapak/ ibu dosen workshop ini dapat membantu dalam membuat tugas akhir,” ujar Burhanudin Harahap.

Di hadapan peserta workshop, Burhanudin juga mengutarakan latar belakang pemilihan workshop Mendeley yang digelar oleh UPT Perpustakaan UNS. Ia mengatakan bila Mendeley adalah sebuah sistem yang mudah digunakan dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

“Mendeley adalah sebuah sistem yang menyatukan antara sitasi dan daftar pustaka yang langsung dapat diakses melalui internet. Sehingga setiap saat dapat menggunakan Mendeley kapan pun dan di mana pun asalkan ada jaringan internet dapat dimanfaatkan,” tambahnya.

Hadir sebagai pembicara yaitu, Haryanto, S. IP., M. IP dan Tri Hardian Satiawardana, S. T., M. A. Dalam workshop tersebut. Haryanto menyampaikan materi seputar ‘Aplikasi Sitasi dan Reference Manager Mendeley’

“Mendeley dipilih karena ada beberapa hal. Salah satunya dalam karya ilmiah yang kita temui daftar pustaka tidak sama dengan sitasi. Daftar pustaka yang banyak tapi sitasinya sedikit dan itu menjadi permasalahan tersendiri. Ada juga sitasi yang melihat karya orang lain dan tidak melihat sumbernya. Kalau itu salah akan menjadi kesalahan yang turun temurun. Makanya ada software Mendeley untuk mengurangi plagiasi tersebut,” ujar Haryanto.

Kepada peserta workshop, Haryanto menyampaikan sejumlah alasan dibalik pilihan banyak orang menggunakan Mendeley. Alasan tersebut seperti dukungan terhadap catatan dan highlight, multi-platform, mobile device support, kolaborasi, data repository, community support, Mendeley career, Mendeley funding, dan dukungan terhadap kapasitas penyimpanan sebesar 2 GB. Dengan alasan-alasan tersebut, pengguna secara mudah dapat mengelola referensi yang telah dikumpulkan maupun memudahkan pengguna untuk membuat sitasi/ kutipan hingga daftar pustaka. Humas UNS/ Yefta