Berita Terkini

Wakil Rektor I UNS Buka Seminar Internasional APSMI 2019

By 10 July 2019 No Comments

UNS – Sebagai ajang silaturahmi sekaligus untuk memperkuat solidaritas diantara perguruan-perguruan anggota Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (APSMI), APSMI menggelar seminar internasional bertajuk “the Role Chinese Language Literature and Culture in Diversity of Republic Indonesia” bertempat di UNS Inn, Rabu (11/7/2019). Pada tahun 2019 ini, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bertindak sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) APSMI yang ketiga.

Seminar internasional APSMI digelar sebagai salah satu agenda dalam rangkaian Munas APSMI yang akan digelar pada Kamis (11/7/2019). Dalam seminar ini sejumlah anggota peserta APSMI, seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Al-Azhar, dan Universitas Kristen Maranatha turur hadir.

Sejumlah pembicara baik dari dalam negeri maupun luar negeri dihadirkan. Seperti Prof. Cao Xiuling (Shanghai Normal University), Prof. Dr. Mohd. Nor Shahizan Ali (Universitas Kebangsaan Malaysia), Prof. Dr. Warto, M. Hum (Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNS), Dr. Mintowati, M. Pd (Universitas Negeri Surabaya), Dr. Long Chinpeng (National Museum of Singapore), dan Nurni Wahyu Wuryandari, M. Pd., Ph. D.

Seminar dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UNS, Prof. Ahmad Yunus. Dalam sambutannya, Prof. Yunus mengungkapkan bahwa UNS sebagai institusi perguruan tinggi sangat peduli akan pengembangan dan pembelajaran bahasa. Salah satunya adalah bahasa Mandarin.

“Di UNS ini kita punya banyak program studi bahasa. Seperti, bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jawa, dan bahasa Mandarin di Fakuktas Ilmu Budaya serta bahasa Jepang, bahasa Jerman, dan bahasa Perancis di UPT Bahasa,” ujar Prof. Yunus. 

Sementara itu, Ketua APSMI, Herman, B. Ed., MTCSOL turut hadir dalam seminar ini. Ia memuji meningkatkan jumlah anggota perguruan-perguruan tinggi dalam APSMI. Ia juga berharap agar kedepannya APSMI tidak hanya menjadi wadah pemersatu perguruan-perguruan tinggi anggota APSMI, namun keberadaan APSMI dapat menjadi jalan solusi dalam memecahkan masalah-masalah yang dialami dalam pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia. HUMAS UNS/ Yefta

Leave a Reply