Wakil Rektor I UNS Sampaikan Tentang Puasa Menjadikan Insan Bertakwa

Wakil Rektor I UNS Sampaikan Tentang Puasa Menjadikan Insan Bertakwa

UNS — Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. mengisi Kajian Hikmah Ramadan 1443 H di Masjid Nurul Huda UNS. Prof. Yunus menyampaikan kajian dengan tema Puasa Menjadikan Insan Bertakwa. Kegiatan ini digelar oleh Takmir Masjid Nurul Huda UNS setiap hari menjelang buka puasa dan disiarkan melalui akun Youtube Masjid NH UNS.

“Ramadan adalah bulan suci yang bertujuan untuk menjadikan seseorang bertakwa. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” ujar Prof. Yunus, Senin (4/4/2022).

Kemudian sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 184 yang artinya “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidiah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Selanjutnya sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang ba-til). Karena itu, barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur”.

Prof. Yunus menambahkan setiap perintah Allah SWT selalu memiliki tujuan akhir yaitu untuk membentuk insan yang bertakwa. Artinya manusia yang siap dan taat menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan laranganNya. Serta ketakwaan itu akan menjadikan seseorang mendapatkan jaminan ampunan.

“Karakteristik seseorang yang bertakwa, pertama dalam QS. Al-Baqarah ayat 3-4, yaitu orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezekinya, beriman kepada Al-Qur’an, Nabi Muhammad dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, serta yang meyakini adanya akhirat. Kedua dalam QS. Al-Baqarah ayat 177, bahwa orang yang bertakwa yang beriman kepada Allah SWT tanpa adanya keraguan suatu apapun, mengimani adanya hari akhir, beriman kepada Malaikat, mengimani Kitab Allah, serta beriman kepada Nabi. Lebih lanjut, perilaku orang bertakwa disebutkan dalam QS. Ali Imran ayat 134-135, yakni orang yang istiqamah dalam berinfak, mampu menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, serta segera bertaubat kepada Allah,” terang Prof. Yunus.

Sementara itu, Prof. Yunus menjelaskan bahwa balasan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dalam QS. Ali Imran ayat 146. Yang mana Allah SWT menyukai orang-orang yang sabar terhadap berbagai kesulitan dan penderitaan di jalan-Nya. Kemudian dalam QS. At-Talaq ayat 2, orang yang bertakwa akan diberikan baginya jalan keluar setiap masalah yang dihadapi. Selanjutnya dalam QS. At-Talaq ayat 3, orang yang bertakwa akan diberikan jaminan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka serta Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Serta dalam QS. At-Talaq ayat 5, orang yang bertakwa, Allah akan menghapus dosa-dosanya dan dilipatgandakan pahala baginya.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk menjadi insan yang bertakwa. Semoga ibadah puasa serta ibadah Ramadan lain, dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan amal ibadah kita dan permohonan ampunan kita dapat dikabulkan oleh Allah, sehingga kita menjadi suci kembali,” pungkas Prof. Yunus. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti