UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Tausiyah Ramadan Spesial sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50 UNS. Kegiatan ini menghadirkan penceramah, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Anggito Abimanyu, pada Minggu (1/3/2026) usai Salat Tarawih di Masjid Nurul Huda UNS.
Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memperingati perjalanan emas 50 tahun UNS yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ramadan disebut sebagai bulan tazkiyah atau penyucian jiwa yang mengajarkan nilai disiplin, kejujuran, pengendalian diri, dan keikhlasan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
Selama lima dekade, UNS telah menorehkan berbagai capaian strategis, mulai dari melahirkan ratusan ribu alumni, memperkuat riset dan inovasi, hingga memperluas jejaring nasional dan internasional. Namun, momentum Ramadan juga menjadi ajang muhasabah untuk memastikan bahwa UNS tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi rumah ilmu yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, tausiyah Ramadan disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu. Sebelum mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia. Beliau juga dipercaya sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Kehadiran beliau menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNS dalam memperkuat tata kelola institusi yang profesional, akuntabel, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman,” terang Prof. Hartono.
Momentum Dies Natalis ke-50 UNS tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga peneguhan arah pengembangan universitas sebagai institusi yang unggul dalam inovasi, kokoh dalam karakter, dan luas dalam kebermanfaatan. Suasana Ramadan memberikan energi spiritual untuk memperkuat komitmen tersebut, sekaligus mempererat ukhuwah di antara sivitas akademika dan mitra institusi.




UNS juga menyampaikan apresiasi kepada LPS sebagai mitra strategis yang telah menjalin kerja sama selama lebih dari satu dekade dalam berbagai bidang, termasuk mendukung berbagai program pengembangan dan peringatan Dies Natalis UNS.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu dalam ceramahnya menyampaikan bahwa puasa adalah ibadah yang istimewa karena Allah berfirman, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya”.
“Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, rasa syukur, dan kedekatan kepada Allah melalui ibadah wajib dan sunnah, memperbanyak ilmu, serta mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, seperti di Palestina dan wilayah lain,” ujar Prof. Anggito.
Ramadan harus dimanfaatkan sebagai investasi spiritual dengan memperkuat ibadah, memperdalam ilmu agama, dan meningkatkan kualitas diri agar nilai-nilai kebaikan tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Prof. Anggito menambahkan, bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim. Ilmu agama menjadi fondasi utama, sedangkan ilmu lain yang bermanfaat bagi kehidupan juga penting untuk kemaslahatan umat. Dengan ilmu, seorang muslim dapat memahami dan menjalankan ajaran Islam secara benar, baik dalam ibadah maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, umat Islam didorong untuk menerapkan prinsip syariah dalam kehidupan, termasuk dalam aktivitas ekonomi, dengan menghindari riba, memilih yang halal dan baik, serta mengutamakan keberkahan. Ekonomi syariah bertujuan menciptakan keadilan, kemanfaatan, dan kesejahteraan yang inklusif bagi semua.
Oleh karena itu, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen spiritual, memperdalam ilmu, dan mengamalkan nilai-nilai Islam secara konsisten dalam seluruh aspek kehidupan. HUMAS UNS


















