Kukuhkan Tujuh Guru Besar, UNS Kini Miliki 277 Guru Besar Aktif

Kukuhkan Tujuh Guru Besar, UNS Kini Miliki 277 Guru Besar Aktif
Dengarkan artikel

Universitas Sebelas Maret mengukuhkan tujuh guru besar baru, yang menjadikan total guru besar aktif di perguruan tinggi tersebut mencapai 277 orang.

UNS— Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memperkuat jajaran akademiknya dengan mengukuhkan tujuh Guru Besar pada Selasa (6/10/2026) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram. Pengukuhan tersebut menambah jumlah Guru Besar aktif UNS menjadi 277 orang, sekaligus memperkuat kapasitas universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengatakan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi penanda perjalanan panjang sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para Guru Besar diharapkan terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat kolaborasi, serta mentransformasikan kepakaran yang dimiliki menjadi manfaat dan solusi nyata bagi masyarakat.

“Atas nama pribadi dan atas nama UNS, saya menyampaikan selamat kepada tujuh Guru Besar baru UNS yang pada hari ini dikukuhkan. Gelar Guru Besar adalah penanda sebuah perjalanan panjang sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Prof. Hartono.

Ia menjelaskan, pencapaian jabatan Guru Besar tidak diperoleh secara instan. Menjadi Guru Besar merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi dalam menjaga dan mengembangkan kepakaran, menghasilkan karya ilmiah, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Menjadi Guru Besar adalah sebuah perjalanan maraton, bukan sprint. Tidak dapat dicapai secara instan. Tidak lahir dari satu penelitian, satu publikasi, atau satu pencapaian saja. Jabatan akademik ini merupakan akumulasi dari proses panjang dalam menjaga konsistensi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Menurut Prof. Hartono, tanggung jawab Guru Besar saat ini semakin besar seiring dengan perubahan dunia yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), transformasi dunia kerja, perubahan iklim, persoalan energi, tantangan kesehatan, perubahan demografi, hingga dinamika sosial dan persoalan kebangsaan membutuhkan respons akademik yang lintas disiplin.

Karena itu, Guru Besar tidak cukup hanya menjadi ahli di bidang masing-masing. Guru Besar juga harus mampu menjadi rujukan, penggerak, sekaligus katalisator perkembangan ilmu pengetahuan.

“Kita membutuhkan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu menjawab persoalan nyata. Kita membutuhkan penelitian yang tidak hanya menghasilkan sitasi, tetapi juga menghasilkan solusi. Kita membutuhkan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat digunakan masyarakat,” tegas Prof. Hartono.

Ia menambahkan, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya UNS memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. UNS berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian. Penelitian diarahkan agar menghasilkan inovasi dan solusi, sementara pengabdian kepada masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

“Semangat inilah yang sejalan dengan agenda Kemdiktisaintek Berdampak. Kita ingin UNS semakin kuat dalam menghadirkan dampak yang dapat dirasakan, dampak bagi masyarakat, bagi pembangunan daerah, bagi dunia usaha dan industri, bagi lingkungan, dan tentu bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Keberadaan 277 Guru Besar aktif, lanjut Prof. Hartono, merupakan modal akademik yang sangat besar bagi UNS. Namun, kekuatan tersebut perlu diorkestrasi menjadi kekuatan kolektif agar kepakaran yang dimiliki para Guru Besar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Prof. Hartono berharap para Guru Besar dapat mengambil peran dalam membangun ekosistem akademik yang sehat, kritis, terbuka, dan kolaboratif. Para Guru Besar juga diharapkan menjadi mentor bagi dosen muda, membuka ruang pengembangan bagi generasi akademisi berikutnya, serta melibatkan mahasiswa dalam berbagai riset unggulan.

“Dan yang tidak kalah penting, terus menjaga integritas akademik. Sebab pada akhirnya, gelar Profesor bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri dalam struktur akademik, tetapi tentang seberapa besar pengetahuan yang dimilikinya dapat ditransformasikan menjadi manfaat bagi orang lain,” katanya.

Prof. Hartono berharap pengukuhan tujuh Guru Besar tersebut menjadi energi baru bagi UNS untuk terus memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dan memperluas kolaborasi. Ia juga berharap para Guru Besar mampu berperan dalam membangun generasi akademik berikutnya serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa banyak guru besar baru yang dikukuhkan?

Universitas Sebelas Maret mengukuhkan tujuh guru besar baru dalam acara tersebut.

Berapa jumlah total guru besar aktif di UNS saat ini?

Dengan penambahan terbaru ini, UNS kini memiliki 277 guru besar aktif.