Prodi S1 Pendidikan Kimia UNS Gelar Konferensi Internasional dalam Bidang Kimia dan Pendidikan Kimia

UNS—  Program Studi S1 Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan konferensi internasional kimia dan pendidikan kimia. International Conference on Chemistry and Chemistry Education atau yang dikenal dengan IC3E ini telah dilaksanakan kedua kalinya dan menghadirkan beberapa akademisi dari berbagai belahan dunia pada 23-24 Agustus 2024. Selama dua hari, konferensi digelar secara hybrid dimana kegiatan luring bertempat di Gedung G Pascasarjana FKIP UNS dan via online meeting. Kegiatan ini akan menjadi ajang bertemunya para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si. sebagai Ketua IC3E 2024 menyatakan bahwa dengan tema “Chemistry and Chemistry Education for Advancing Sustainable Development of Research and Learning”. “Konferensi ini akan banyak menyoroti pentingnya kimia dan pendidikan kimia yang berkelanjutan,” terang Dr. Maria Ulfa kepada uns.ac.id, Rabu (4/9/2024).

Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si. juga menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan rutin setiap 2 tahun sekali dengan mengundang pembicara bereputasi dunia dengan tujuan mengembangkan wawasan melalui diskusi ilmiah serta memperluas kolaborasi antarpeneliti. Kegiatan yang digelar pada akhir Agustus 2024 ini diawali dengan sambutan Ketua Panitia IC3E, Kepala Prodi Pendidikan Kimia, Dekan FKIP UNS, dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian. Salah satu sorotan utama dari konferensi ini adalah kehadiran pembicara-pembicara utama, yaitu Prof. Shin-ichiro Noro dari Hokkaido University (Jepang), Prof. Agnieszka M Ruppert dari Lodz University of Technology (Polandia), Prof. Maija Aksela dari University of Helsinki (Finlandia), Prof. Dr. David-Samuel Di Fuccia dari University of Kassel (Jerman), Dr.paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc. dari Universitas Sebelas Maret (Indonesia), dan Lina Mahardiani, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Sebelas Maret (Indonesia).

Prof. Shin-ichiro Noro dari Hokkaido University, Jepang, membawakan presentasi mengenai kompleks logam berpori yang merupakan salah satu jenis material berpori yang memiliki karakteristik yang unik dan fleksibilitas struktural yang tinggi. Yang membuatnya menarik sebagai material berpori yang sifatnya belum pernah ada sebelumnya dan berkinerja tinggi. Selain itu, Dr.paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc. dari UNS membawakan presentasi mengenai pemahaman mahasiswa tentang green chemistry, dimana green chemistry dan isu pendidikan berperan penting untuk sustainable development yang elemen-elemen utamanya memiliki tantangan tersendiri dalam aspek sosial.

Prof. Agnieszka M Ruppert dari Lodz University of Technology, Polandia, membahas mengenai manfaat dari limbah biomassa yang mengandung banyak molekul platform dimana dapat digunakan di berbagai sektor industri secara berkelanjutan. Selain itu, Prof. Maija Aksela dari University of Helsinki, Finlandia, mempresentasikan mengenai hasil penelitiannya mengenai peluang dan tantangan dalam menerapkan education for sustainable development (ESD) melalui kolaborasi antara guru, peneliti, dan masyarakat, serta contoh praktisnya.

Selain sesi presentasi dari pembicara-pembicara utama, konferensi ini juga menyediakan sesi presentasi untuk para peserta konferensi yang akan memaparkan hasil penelitiannya dimana peserta dapat berinteraksi langsung yang memiliki sub bidang yang sama. Pada hari pertama, terdapat 3 tim yang mempresentasikan mengenai hasil penelitiannya pada sub bidang inorganic chemistry.

Pada hari kedua, dimulai dengan presentasi dari pembicara utama selanjutnya yaitu Lina Mahardiani, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. dari UNS yang membahas mengenai perbandingan antara metode adsorpsi dan fotokatalitik pada degradasi air limbah zat warna crystal violet (CV), methylene blue (MB), dan campuran CV-MB menggunakan nanofiber yang dimodifikasi dari limbah tebu. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi presentasi peserta dimana peserta dibagi menjadi 5 ruangan dengan setiap ruangnya memiliki sub bidang yang berbeda.

Setiap ruangan dengan sub bidang yang berbeda terdapat invited speaker yang akan menyampaikan presentasi sesuai sub bidang keilmuan, yaitu sub bidang Organic Chemistry & Biochemistry; Environment, Pharmacy, and Public Health; Analytical Chemistry & Physic and Material Chemistry; Inorganic Chemistry, Chemistry Education & STEM Education; dan Science Education. Beberapa pembicara yang diundang adalah Prof. Tatsufumi Okino (Hokkaido University, Jepang), Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si. (Universitas Negeri Semarang (Unnes, Indonesia), Prof. Dr. Sumari, M.Si. (Universitas Negeri Malang (UM), Indonesia), Dr. Nanik Dwi Nurhayati, M.Si. (UNS, Indonesia), dan Dr. Ari Syahidul, M.Pd. (UNS, Indonesia). Setelah sesi presentasi peserta, konferensi dilanjutkan dengan presentasi dari pembicara utama selanjutnya yaitu Prof. Dr. David-Samuel Di Fuccia dari University of Kassel (Jerman) yang memaparkan hasil penelitiannya mengenai peluang dan tantangan menggunakan VR dalam pembelajaran kimia.

Menurut Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si., dengan diselenggarakannya konferensi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kimia dan pendidikan kimia dari berbagai negara. “Melalui forum ini, para peserta dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan temuan penelitian terbaru yang dapat memperkaya wawasan pada bidang kimia dan pendidikan kimia. Selain itu, konferensi ini juga membuka peluang baru untuk kolaborasi penelitian internasional yang dapat menghasilkan inovasi-inovasi penting dalam bidang kimia dan pendidikan kimia,” ujar Dr. Maria Ulfa. HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti