Alumnus Pendidikan Sejarah UNS Raih Beasiswa ICCR India

Alumnus Pendidikan Sejarah UNS Raih Beasiswa ICCR India

UNS – Fiska Amanda Mulia, alumnus Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih beasiswa dari Indian Council for Cultural Relations (ICCR) untuk melanjutkan studi magister di India. Fiska, yang berasal dari Sragen, akan menempuh studi di University of Lucknow, India Utara. Capaian Fiska ini menjadi catatan baik sekaligus membanggakan yang diraih oleh alumni UNS.

Keberhasilan ini merupakan buah dari tekad dan konsistensi Fiska dalam mengejar pendidikan tinggi di luar negeri. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah bermimpi melanjutkan studi di luar negeri dan telah mencoba berbagai beasiswa dari berbagai negara. “Memang dari SMP sudah ingin menempuh pendidikan di luar negeri. Sudah pernah mendaftar belasan beasiswa dari berbagai negara, termasuk Arab Saudi, Turki, Rumania,” ungkap Fiska.

Fiska mengaku sempat gagal dalam seleksi ICCR sebelumnya. Namun, ia tetap termotivasi untuk mencoba kembali. Tekad tersebut akhirnya mengantarkannya pada kesempatan emas untuk menempuh studi magister di India. “Motivasinya dari tekad itu, pokoknya harus kuliah ke luar negeri, maka harus. Sama halnya saat kuliah di UNS, sebelum lulus harus ke luar negeri, alhamdulillah KKN di Sabah Malaysia,” ujarnya.

Saat ditanya alasan memilih University of Lucknow, Fiska menjelaskan bahwa ia ditawari dua pilihan kampus oleh pihak Kedutaan India, yakni Mahatma Gandhi University dan University of Lucknow. Ia memilih University of Lucknow yang berada di India Utara karena sesuai dengan tema penelitian yang akan ia angkat, yaitu multikulturalisme. “Sangat cocok dengan rencana penelitian saya yang akan mengangkat tentang multikulturalisme di India, sejalan dengan skripsi saya yang membahas multikultural di Indonesia,” terang Fiska.

Lebih lanjut, Fiska menaruh ketertarikan besar pada hubungan antara budaya dan industri kreatif di India. Ia mengagumi bagaimana India menjaga budaya tradisionalnya, terutama dalam hal pakaian seperti sari yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “India sangat menjaga kebudayaan. Hal yang paling mudah dan bisa kita lihat adalah penggunaan pakaian tradisional sari yang masih dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Kebetulan saya juga memiliki bisnis busana tradisional Indonesia yaitu kebaya. Saya sangat tertarik membuat budaya berkebaya di Indonesia makin mendunia,” ungkapnya.

Selama menjadi mahasiswa di UNS, Fiska menunjukkan prestasi luar biasa di bidang akademik dan kewirausahaan. Ia telah meraih 17 kejuaraan nasional dalam berbagai lomba bisnis dan opini kewirausahaan yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi ternama dan kementerian. Beberapa prestasinya antara lain juara pada kompetisi inovasi digital oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan kompetisi di sejumlah universitas seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Brawijaya (UB).

Selain berprestasi sebagai peserta lomba, Fiska juga aktif sebagai pembicara nasional di bidang bisnis sejak 2020. Ia telah mengisi lebih dari 100 sesi seminar, webinar, dan workshop di berbagai kota di Indonesia. Beberapa instansi yang pernah mengundangnya antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip), dan lain-lain.

Fiska juga sempat aktif sebagai guru di SMK Sakti Gemolong dalam pengalaman profesionalnya ketika mengajar. Ia juga mengelola dua bisnis, yakni Bronislur dan Kebaya by Fiska. Ia berharap pengalamannya di India nanti akan memperkaya wawasan dan jaringan internasional, terutama dalam mengembangkan bisnis berbasis budaya.

Fiska berpesan kepada mahasiswa dan alumni UNS yang ingin meraih beasiswa luar negeri agar tidak mudah menyerah. “Jangan takut gagal. Coba terus pasti akan ada jalannya. Harus punya tekad yang kuat,” pesan Fiska.
Humas UNS