UNS Berdayakan Masyarakat Desa Daleman Kembangkan Produk Olahan Jamur Tiram Berbasis Potensi Lokal

UNS Berdayakan Masyarakat Desa Daleman Kembangkan Produk Olahan Jamur Tiram Berbasis Potensi Lokal
Dengarkan artikel

Grup Riset Sumber Daya Hayati Program Studi Teknik Kimia UNS melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Daleman, Klaten, pada Minggu (20/9/2026). Tim mendampingi warga membudidayakan jamur tiram menggunakan limbah onggok aren dan melatih pembuatan keripik jamur tiram untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperluas pemasaran produk lokal.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya dilakukan oleh Grup Riset Sumber Daya Hayati, Program Studi Teknik Kimia UNS, dalam program “Pemberdayaan Masyarakat Desa Daleman melalui Pengembangan Produk Olahan Jamur Tiram” di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang telah dilakukan pada 2025. Pada program sebelumnya, tim PkM mendampingi ibu-ibu PKK Desa Daleman membudidayakan jamur tiram dengan memanfaatkan limbah padat industri tepung aren berupa serat selulosa atau onggok aren sebagai media pertumbuhan jamur (baglog). Pemanfaatan onggok aren tersebut menjadi langkah awal dalam mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Desa Daleman.

Tim PkM terdiri atas enam dosen Grup Riset Sumber Daya Hayati Program Studi Teknik Kimia UNS dan turut melibatkan Mahasiswa S1 dan S2 Teknik Kimia UNS serta bersinergi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK UNS).

Ketua Tim PkM, Dr. Ir. Endang Kwartiningsih, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya jamur tiram pada program sebelumnya menjadi dasar untuk melanjutkan pendampingan ke tahap pengembangan produk olahan. Melalui pengolahan tersebut, hasil panen jamur tiram diharapkan memiliki nilai tambah, masa simpan lebih panjang, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Daleman.

“Budidaya jamur tiram sudah berhasil dilakukan dengan memanfaatkan onggok aren sebagai media pertumbuhan. Tahun ini, kami melanjutkan pendampingan dengan memberikan pengetahuan mengenai manfaat dan kandungan gizi jamur tiram. Masyarakat juga dilatih mengolah jamur tiram menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” terang Dr. Endang kepada uns.ac.id, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, pengembangan produk olahan menjadi penting agar hasil budidaya tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi juga dapat memiliki masa simpan lebih panjang dan dipasarkan secara lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sosialisasi dan penyuluhan mengenai manfaat serta kandungan nutrisi jamur tiram, pengenalan berbagai jenis produk olahan, hingga pelatihan pembuatan keripik jamur tiram. Jamur tiram diketahui mengandung berbagai nutrisi, antara lain protein, serat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan asam amino. Jamur ini juga mengandung senyawa seperti beta-glukan dan antioksidan yang menjadikannya salah satu bahan pangan yang potensial untuk dikembangkan.

Dari berbagai alternatif produk olahan, tim memilih keripik jamur tiram karena memiliki masa simpan lebih panjang dibandingkan jamur segar sehingga lebih mudah dipasarkan. Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan dan pencucian jamur, teknik penggorengan, penirisan minyak, hingga pengemasan produk.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, jamur tiram yang dibudidayakan masyarakat dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjadi sumber pendapatan baru,” tambahnya.

Potensi pengembangan produk tersebut semakin terbuka karena Desa Daleman berdekatan dengan sejumlah objek wisata berbasis mata air, seperti Umbul Nilo, Umbul Kemanten, Umbul Pelem, Umbul Asri, Umbul Cokro, dan Pemancingan Janti Park. Keberadaan destinasi wisata tersebut menjadi peluang strategis untuk memperluas pemasaran produk olahan jamur tiram sekaligus memperkenalkan produk unggulan masyarakat kepada wisatawan.

Sebagai langkah awal pemasaran, produk keripik jamur tiram hasil pelatihan telah dipasarkan di Umbul Nilo, salah satu objek wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Daleman. Pemanfaatan kanal pemasaran berbasis potensi wisata diharapkan dapat mempertemukan produk masyarakat dengan pasar yang lebih luas.

Masyarakat Desa Daleman, khususnya ibu-ibu PKK, memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai jamur tiram, masyarakat juga mendapatkan keterampilan praktis dalam mengolah, mengemas, dan mulai memasarkan produk.

Program PkM ini sekaligus memperkuat kontribusi UNS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat; SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai manfaat dan kandungan gizi jamur tiram sebagai pangan bergizi, dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong pengembangan produk olahan jamur tiram sebagai peluang usaha berbasis potensi lokal. Selain itu, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara tim PkM UNS dan PKK Desa Daleman dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.

Melalui program tersebut, UNS tidak hanya mendorong pemanfaatan limbah industri aren sebagai media budidaya jamur, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pengemasan dan pemasaran produk. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan potensi lokal, inovasi pangan, dan peningkatan keterampilan. Pada akhirnya, pengembangan tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Daleman secara berkelanjutan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh UNS di Desa Daleman dilaksanakan?

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 20 September 2026. Lihat di artikel

Siapa yang memimpin tim Pengabdian kepada Masyarakat Teknik Kimia UNS di Desa Daleman?

Tim PkM diketuai oleh Dr. Ir. Endang Kwartiningsih, S.T., M.T. Lihat di artikel

Bahan apa yang dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan jamur tiram oleh tim PkM UNS?

Tim PkM memanfaatkan limbah padat industri tepung aren berupa serat selulosa atau onggok aren. Lihat di artikel

Produk olahan apa yang dilatihkan kepada masyarakat Desa Daleman dalam program tersebut?

Masyarakat dilatih untuk mengolah jamur tiram menjadi produk keripik jamur tiram. Lihat di artikel