Tim Dosen Ilmu Teknologi Pangan UNS Dampingi UMKM Terapkan CPPOB dan Inovasi Kemasan

Tim Dosen Ilmu Teknologi Pangan UNS Dampingi UMKM Terapkan CPPOB dan Inovasi Kemasan
Dengarkan artikel

Tim dosen Grup Riset Food Safety and Biotechnology S1 Ilmu Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan inovasi kemasan bagi 30 pelaku UMKM pangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berlangsung di de’Lima Resto pada Selasa, 15/9/2026, untuk meningkatkan kualitas, keamanan pangan, dan daya saing produk.

UNS — Tim dosen Grup Riset Food Safety and Biotechnology Program Studi S1 Ilmu Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Surakarta. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Inovasi Kemasan untuk meningkatkan keamanan, kualitas, dan daya saing produk UMKM. Kegiatan yang berlangsung di de’Lima Resto, Selasa (15/9/2026), tersebut diikuti 30 pelaku UMKM pangan olahan.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai keamanan pangan sekaligus mendorong pengembangan kemasan yang menarik dan sesuai dengan karakteristik produk. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta, terdapat lebih dari 1.700 UMKM sektor kuliner dan olahan pangan yang terdaftar dalam program pembinaan.

Ketua Grup Riset Food Safety and Biotechnology, Ir. M. Zukhrufuz Zaman, Ph.D., mengatakan keamanan pangan dan kualitas kemasan menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Menurutnya, penerapan standar pengolahan pangan yang baik perlu diikuti dengan inovasi kemasan agar produk mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Keamanan pangan dan kualitas kemasan merupakan dua kunci utama agar produk UMKM dapat bertahan dan menembus pasar ritel modern maupun e-commerce. Kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan dan menjaga kualitas produknya sehingga mampu bersaing di pasar,” ujar M. Zukhrufuz Zaman kepada uns.ac.id, Senin (21/9/2026).

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai standar CPPOB untuk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang disampaikan Raka Ahsanul Huda, S.T.P., M.Sc. Ia menjelaskan bahwa keamanan pangan perlu menjadi perhatian utama untuk menjaga kepercayaan konsumen. Pangan olahan dapat menjadi tidak aman akibat cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Untuk mencegah terjadinya kontaminasi, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan tempat produksi dan peralatan, personal hygiene, proses pengolahan, penyimpanan produk, pengemasan, serta pencegahan kontaminasi silang. Penerapan standar tersebut juga perlu didukung dengan pencatatan proses produksi secara konsisten.

Selanjutnya, materi Inovasi Kemasan Produk Olahan disampaikan Edhi Nurhartadi, S.T.P., M.P., Ph.D. Peserta dikenalkan dengan tujuh dimensi nilai tambah kemasan, perkembangan teknologi pengemasan, serta cara memilih bahan kemasan yang aman bagi produk pangan.

Edhi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pengemasan telah menghasilkan berbagai inovasi untuk mempertahankan kualitas dan keamanan produk selama penyimpanan maupun distribusi. Salah satunya Modified Atmosphere Packaging (MAP) yang dapat digunakan pada sejumlah produk pangan, serta edible packaging yang antara lain dapat diterapkan untuk membantu memperpanjang masa simpan buah segar.

Salah satu peserta, Tata, pemilik usaha keripik jadah, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia mengaku selama ini proses produksi dilakukan berdasarkan kebiasaan sehingga belum sepenuhnya memahami standar higiene yang baku.

“Pelatihan dari para dosen ini sangat membuka wawasan kami, terutama dalam merancang kemasan yang lebih menarik dan informatif bagi konsumen,” ungkap Tata.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan dengan pendampingan bagi UMKM dalam pengembangan produk dan perbaikan proses produksi.

Melalui kegiatan PkM ini, tim dosen UNS berharap pelaku UMKM pangan di Surakarta semakin mampu menerapkan standar keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk. Pendampingan akan dilanjutkan secara berkala, termasuk dalam mendukung pelaku UMKM memenuhi legalitas usaha seperti perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang menyelenggarakan pelatihan CPPOB bagi UMKM pangan di Surakarta?

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh tim dosen Grup Riset Food Safety and Biotechnology Program Studi S1 Ilmu Teknologi Pangan UNS. Lihat di artikel

Kapan kegiatan pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dilaksanakan?

Kegiatan tersebut berlangsung di de’Lima Resto pada Selasa, 15 September 2026. Lihat di artikel

Berapa banyak pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan inovasi kemasan dan keamanan pangan ini?

Pelatihan ini diikuti oleh 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan. Lihat di artikel