UNS – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Seminar Nasional dan Bootcamp dengan topik pembahasan ekspor nasional. Acara seminar ini menjadi rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-49 UNS yang diselenggarakan oleh FISIP. Seminar nasional ini diselenggarakan pada Selasa (11/3/2025) bertempat di Ruang Aula Lantai 2 Gedung M. Sartono FISIP UNS. Kegiatan ini merupakan kerja sama FISIP dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Seminar Nasional dan Bootcamp ini dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia (RI), Dr. Budi Santoso, M.Si.; Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si.; Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.; Dekan FISIP UNS, Dr. Didik Gunawan Suharto, S.Sos., M.Si., dan segenap wakil dekan serta dosen FISIP UNS. Pada Seminar dan Bootcamp ini menghadirkan dua invited trainers yakni Rosyid Nukha, S.Sos., M.Si., selaku Direktur Utama Prospect Riset Madani dan Lukman Fahmi, S.IP., M.Si., Dosen Kewirausahaan UNS.
Seminar Nasional ini mengangkat tajuk besar “Bersama Menteri Perdagangan: Menuju Mahasiswa Berorientasi Ekspor”. Diharapkan mahasiswa yang datang di seminar ini mendapatkan ilmu dan pemahaman potensi UMKM untuk dapat bersaing di pasar internasional. Selain itu juga diharapkan mahasiswa yang datang agar termotivasi untuk mengambil peran dalam ekosistem bisnis global.
Apresiasi dan Harapan Pihak Universitas
Prof. Hartono menyampaikan bahwa hadirnya Dr. Budi selaku Menteri Perdagangan RI sebuah kehormatan bagi kita semua untuk menimba ilmu, inspirasi, dan pengalaman nyata dari beliau selaku Alumni FISIP UNS yang telah berkiprah di nasional dan internasional. Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak Kementerian Perdagangan yang telah mendorong generasi muda khususnya mahasiswa untuk lebih aktif berperan dalam perdagangan global.
“Aspek penting yang diharapkan dari seminar nasional ini adalah mahasiswa dapat memahami potensi UMKM dalam bersaing di pasar Internasional, seperti yang kita ketahui bahwa UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan memiliki potensi yang besar. Namun masih banyak tantangan yang perlu dihadapi mulai dari kualitas produk, akses pasar, dan strategi ekspor yang efektif,” tutur Prof. Hartono.



Dr. Didik menerangkan bahwa acara ini adalah kerja sama antara FISIP UNS dengan Kementerian Perdagangan RI khususnya Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Kerja sama ini akan berfokus dalam penyelenggaran tiga kegiatan utama yakni Seminar Nasional dan Bootcamp, Kompetisi Sustainable Business Model dan pendampingan UMKM bisa ekspor.
“Kegiatan seminar nasional dan bootcamp ini merupakan kickoff dari rangkaian kegiatan UMKM bisa ekspor yang dilakukan FISIP sebagai agenda peringatan Dies Natalis ke-49 UNS. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa tentunya untuk dapat menciptakan ide bisnis berkelanjutan dan mendapatkan gambaran strategi ekspansi ke pasar internasional,” tutur Dr. Didik.
Pemaparan Pihak Kementerian Perdagangan RI
Dr. Budi dalam sambutannya menyampaikan bahwa akan ada pembinaan kewirausahaan yang akan kita bina dengan tujuan agar UMKM bisa ekspor ke pasar global. Harapannya tentu nanti kampus menciptakan banyak mahasiswa yang tertarik menjadi entrepreneur muda, apalagi saat ini dengan adanya mata kuliah kewirausahaan juga menjadi salah satu yang dapat mendorong mahasiswa untuk berwirausaha.
Fajarini Puntodewi menjelaskan mengenai pentingnya eskpor bagi Indonesia sebab dapat meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat posisi global, mendorong pertumbuhan industri, dan mendukung perkembangan UMKM. Target ekspor nasional ini guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Dengan begitu, beberapa cara seperti pengembangan produk ekspor, pengembangan pelaku usaha ekspor, dan pengembangan pasar ekspor dapat menjadi strategi untuk penguatan daya saing UMKM ekspor.
“Mahasiswa sendiri dapat berperan sebagai penggerak ekspor Indonesia dengan cara-cara seperti mempromosikan UMKM Indonesia melalui media sosial, mengikuti pelatihan ekspor dan program inkubasi siap ekspor, memulai bisnis yang berorientasi ekspor, berkolaborasi dengan K/L dan Institusi terkait dalam pengembangan ekspor, dan berkontribusi pada aspek inovasi produk dan strategi pemasaran ekspor,” terang Fajarini.
Pemaparan Materi Bisnis dari Trainers
Rosyid Nukha pada kesempatan ini lebih berfokus pada pembahasan Sustainability Bussiness. Sustainability Bussiness atau Bisnis berkelanjutan adalah bisnis yang menciptakan nilai jangka panjang dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sustainability Bussiness memiliki beberapa manfaat seperti peningkatan efisiensi biaya produksi, berkontribusi menjaga lingkungan, meningkatkan brand awareness dan menarik konsumen, meningkatkan kepuasan karyawan, dan meningkatkan tanggung jawab sosial.
“Sustainability Bussiness ini sendiri terdiri dari tiga pilar utama yakni lingkungan, sosial, dan pemerintah. Pilar lingkungan dimaknai sebagai penggunaan bahan ramah lingkungan, penghematan energi, konservasi air, mengurangi jejak karbon. Pilar sosial yakni memastikan kesejahteraan pekerja, pelanggan dan komunitas sekitar, inklusif dan hak asasi manusia. Sedangkan pilar pemerintah terkait transparansi, etika bisnis, akuntabilitas,
tata kelola yang solid,” tutur Rosyid.
Lukman Fahmi menjelaskan bahwa business proposal merupakan rencana tertulis yang menjelaskan tentang bagaimana suatu kegiatan bisnis (barang atau jasa) yang akan dijalankan, agar tujuan yang ditargetkan dapat dipenuhi secara optimal. Business proposal sendiri dapat membuat rencana-rencana yang ditetapkan lebih terarah dan mempermudah untuk melakukan evaluasi dan monitoring.
Humas UNS



















