Kolaborasi Prodi HI, Pusat Studi ASEAN UNS, dan Kemenlu RI gelar FGD Bahas Posisi Indonesia pada SG-AHAC

Kolaborasi Prodi HI, Pusat Studi ASEAN UNS, dan Kemenlu RI gelar FGD Bahas Posisi Indonesia pada SG-AHAC
Kolaborasi Prodi HI, Pusat Studi ASEAN UNS, dan Kemenlu RI gelar FGD Bahas Posisi Indonesia pada SG-AHAC

UNS— Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) serta Pusat Studi ASEAN Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengisi Forum Group Discussion (FGD) Jaring Masukan Antar Pemangku Kepentingan yang diselenggarakan Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN (Dit. KSBA) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI). Prodi HI dan Pusat Studi ASEAN dalam FGD tersebut diwakili oleh Septyanto Galan Prakoso selaku narasumber, dan Bintang Indra Wibisono selaku moderator.

Kegiatan bertema “Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana di ASEAN” ini diadakan di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Selasa (16/7/2024). Dosen Prodi HI FISIP UNS, Septyanto Galan Prakoso membuka sesi FGD dengan membawa sub-tema “Penguatan Kerja Sama Aksi Kemanusiaan ASEAN: Tinjauan Akademis”. Beliau menyebut bahwa kerja sama aksi kemanusiaan ASEAN secara praktis sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai perjanjian regional, seperti ASEAN Coordinating Centre for humanitarian assistance on Disaster Management (AHA Centre) dan aksi kemanusiaan yang diberikan, seperti bantuan kemanusiaan saat gempa Palu dan Covid-19.

Namun secara akademis, kerja sama masih perlu ditingkatkan, terkhususnya dalam kebutuhan riset. Beliau mengungkapkan penelitian yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan ASEAN masih minim. Padahal, kajian akademis sangat dibutuhkan pemerintah dalam menghadapi isu ini. “Oleh sebab itu, kami memberikan rekomendasi untuk mengoptimalkan peran ASEAN University Network (AUN) dan ASEAN Youth dalam memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis data terkait bantuan kemanusiaan,” terang Septyanto.

Selain itu, Pusat Strategi Kebijakan Multilateral Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Leonard Felix Hutabarat, menggambarkan tantangan kerja sama aksi kemanusiaan dan perlunya perluasan peran ASEAN dalam menanggulangi bencana. Ia juga mengungkap pentingnya peran aktor non-negara dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Terakhir, ada pula Direktorat HAM dan Kemanusiaan, Nara Masista Rakhmatia, yang memaparkan Aksi Kerja Sama Internasional dalam konteks global dalam FGD sesi I. Sementara itu, stakeholders sekaligus mitra ASEAN dalam penanggulangan bencana turut mengisi FGD sesi II. Yaitu Ketua Pusat Manajemen Bencana Muhammadiyah, Rachmawati Husein; President of Human Initiative, Tomy Hendrajati; Biro Hukum dan Organisasi Kerja Sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Prasetio Wijaksono; dan Ketua ASEAN Studies Center UGM, Dafri Agus Salim.

HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti