UNS – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bermitra dengan PKK Kelurahan Mojosongo untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan ini, topik yang diangkat yaitu “Penguatan Peran PKK Mojosongo Berbasis ‘Social Behavior and Change Communication’ untuk Mewujudkan Solo Zero Stunting”. Tim PKM-PM UNS diketuai oleh Ovatiano Perdana Putra, bersama rekan tim Abilawa Belva Putera Pradana, Dizma Kharim Aliansyah, Fico Wahyu Ardian, Muhammad Pratomo Ambar Bawono, dan didampingi oleh dosen pembimbing Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si.
Tim PKM-PM UNS mengadakan acara launching “Zero Stunting Corner” di Gedung Serbaguna RT 6 / RW 12 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta pada Rabu (17/7/ 2024). Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Turut hadir berbagai elemen masyarakat desa yaitu perwakilan Kelurahan Mojosongo, LPMK Kelurahan Mojosongo, TP PKK Kelurahan Mojosongo, Puskesmas Sibela Mojosongo, FKK Mojosongo dan juga perwakilan PKK RT 1 sampai dengan RT 9.
Dalam sambutannya ketua Tim PKM-PM UNS, Ovatiano Perdana Putra menyampaikan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam mengatasi permasalahan stunting yang masih tinggi di Kelurahan Mojosongo. Ia menyampaikan bahwa adanya Zero Stunting Corner ini diharapkan dapat menunjang program-program Pemerintah Kota Surakarta yang sebelumnya sudah ada agar lebih efektif.
Selanjutnya, Perwakilan Kelurahan Kelurahan Mojosongo, Heri Eko Bayu Nugroho memberikan sambutannya dengan menyampaikan pentingnya mengatasi stunting tidak hanya dari satu aspek melainkan perlu tindakan yang komprehensif menyasar berbagai macam aspek termasuk juga edukasi.


“Dalam hal ini Zero Stunting Corner merupakan sebuah program edukasi yang kreatif dan inovatif untuk membantu pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Pemerintah Kelurahan Mojosongo akan turut berkomitmen dalam mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat,” terang Heri.
Puncak acara ditandai dengan sesi pemotongan pita peresmian Zero Stunting Corner yang dilakukan oleh Heri Eko Bayu selaku perwakilan Kelurahan Mojosongo, didampingi dengan Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si. selaku dosen pembimbing, Sarwanti selaku perwakilan Puskesmas Sibela Kelurahan Mojosongo, Purwanti dan Rewang selaku pengurus PKK Kelurahan Mojosongo, serta Ovatiano Perdana Putra selaku ketua Tim PKM-PM UNS.
Setelah peresmian, dilakukan demonstrasi fitur-fitur dan media edukatif yang tersedia di Zero Stunting Corner. Demonstrasi ini dipandu oleh tim PKM-PM UNS, yang memperkenalkan berbagai alat peraga dan materi edukasi yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang stunting.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program, dilakukan pula penyerahan Buku Pedoman Mitra (BPM) kepada perwakilan PKK Kelurahan Mojosongo dan kader-kader stunting. Buku pedoman ini berisi panduan praktis tentang pencegahan stunting yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sarwanti, AMd.Gz. selaku Nutrisionis Puskesmas Sibela Kelurahan Mojosongo dalam tanggapannya, menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Tim-PKM-PM UNS atas inovasinya dalam pembuatan Zero Stunting Corner dalam rangka upaya percepatan penurunan angka stunting di Kelurahan Mojosongo.
“Semoga program Tim PKM-PM UNS seperti ini tidak hanya ada di RW 12 namun nanti dapat diadopsi oleh wilayah lain sehingga masyarakat mudah dalam mengakses informasi terkait stunting,” ujar Sarwanti.
Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si., dosen pembimbing tim PKM-PM UNS dalam testimoninya menyampaikan ucapan selamat kepada Tim PKM-PM UNS atas Launching Zero Stunting Corner di Kelurahan Mojosongo.
“Harapannya program Zero Stunting Corner dapat memberikan manfaat sebagai langkah percepatan penurunan angka stunting di Kelurahan Mojosongo dan mewujudkan Solo zero stunting,” ujar Rysca.
HUMAS UNS
Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti















