Prodi Desain Mode FSRD UNS Berkolaborasi dengan Mitra Kembangkan Desa Binaan Produk Tenun Ikat di Kabupaten Grobogan

Prodi Desain Mode FSRD UNS Berkolaborasi dengan Mitra Kembangkan Desa Binaan Produk Tenun Ikat di Kabupaten Grobogan

UNS — Dua Kelompok Usaha Bersama (KUB), Syahadah dan Bersemi di Desa Lajer, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, memperoleh peluang baru melalui pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) tahun 2025. Kegiatan ini diinisiasi oleh Research Group Kriya dan Inovasi dari Program Studi (Prodi) S1 Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dalam kesempatan ini, tim menggandeng Universiti Malaya, Universitas Tidar, dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Ketua Pelaksana Program, Prof. Dr. Sarwono, M.Sn. menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kolaborasi lintas negara dan inovasi terapan.

“Pelaksanaan program PKMI berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Program ini bertujuan memberdayakan perajin tenun ikat lokal melalui pelatihan intensif, baik dalam peningkatan teknologi produksi maupun pemasaran digital,” terang Prof. Sarwono kepada uns.ac.id, Selasa (24/6/2025).

Fokus utama program mencakup peningkatan keterampilan teknis, manajemen usaha, kewirausahaan, hingga keberlanjutan bisnis masyarakat. Keterlibatan mitra luar negeri turut memperkuat posisi strategis pengembangan usaha tenun lokal di era global.

Desa Lajer telah lama dikenal sebagai penghasil tenun ikat dengan beragam motif khas. Namun, keterbatasan kapasitas produksi, minimnya inovasi desain, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi modern menjadi hambatan dalam memenuhi permintaan pasar. Program PKMI ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari pengrajin lokal dan pemuda desa.

Pengembangan potensi tenun ikat, perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia bersatu memberikan pelatihan menyeluruh, mencakup aspek desain motif, teknologi produksi, dan strategi pemasaran digital. Narasumber Dr. Sujadi Rahmat Hidayat, S.Sn., M.Sn. memberikan materi perancangan desain. Sedangkan pengembangan produk fashion dibimbing oleh Ratna Endah Santoso, S.Sn., M.Sn.

Prof. Sarwono menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat untuk meningkatkan mutu serta daya saing produk lokal. “Kami ingin usaha kecil lebih siap menghadapi era digital dan lebih adaptif terhadap teknologi,” ungkapnya.

Pelatihan desain yang dilaksanakan pada 25 Mei 2025 ini
menekankan eksplorasi budaya lokal Grobogan, sementara diversifikasi produk difokuskan pada pengembangan busana siap pakai. Pengenalan alat produksi modern juga dilakukan demi efisiensi dan produktivitas kerja. Prof. Dr. Noor Ismawati dari Universiti Malaya, bersama Nisaul Hasanah A Rosyad, S.Ds., MBA., membimbing peserta dalam strategi pemasaran digital dan e-commerce.

Evaluasi dampak program terhadap peningkatan pendapatan dan kapasitas usaha dilakukan oleh Dr. Rochmat Aldy Purnomo, S.E., M.Si., dan Dr. Siti Arifah, S.E., M.Si. Indikasi awal menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk, keragaman desain, dan kenaikan omzet. M. Rudianto, S.Sn., M.Sn., salah satu pelaksana, berharap model ini dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat posisi tenun ikat Grobogan dalam pasar global. HUMAS UNS