UNS dan Sekretariat Jenderal DPR RI Bersinergi Hadirkan Parlemen Kampus 2026

UNS dan Sekretariat Jenderal DPR RI Bersinergi Hadirkan Parlemen Kampus 2026

UNS dan Sekretariat Jenderal DPR RI bersinergi menyelenggarakan Parlemen Kampus 2026 pada 5-6 Mei 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang parlemen, kebijakan publik, dan isu lingkungan melalui simulasi proses legislatif.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan kegiatan Parlemen Kampus 2026. Mengusung tema “Generasi Peduli Lingkungan: Kritis, Paham Aturan, dan Aksi Nyata terhadap Pengelolaan Sampah,” kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 5–6 Mei 2026, bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI/ Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H.; Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima; Sekretaris Jenderal DPR RI, Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si., M.I.Kom.; Kepala Biro Protokol dan Humas DPR RI, Rudi Rochmansyah, S.H., M.H.; Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Muhammad Kailani Rizqi Pratama menyampaikan acara Parlemen Kampus 2026 merupakan program kolaborasi antara Sekretariat Jenderal DPR RI dan UNS. Kegiatan ini meliputi seminar nasional, pembekalan, serta simulasi proses parlemen yang memberikan pengalaman praktis mengenai mekanisme kerja DPR RI.

Sebanyak 100 peserta telah diseleksi dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya, termasuk perwakilan fakultas dan organisasi mahasiswa di UNS. Para peserta dibagi ke dalam beberapa fraksi sebagai bentuk simulasi parlemen, serta menjalankan peran-peran seperti pimpinan sidang, kementerian, dan komisi, guna merepresentasikan proses legislatif secara langsung.

Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang sistem parlemen, memperluas wawasan kebijakan publik, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di masyarakat.

Kepala Biro Protokol dan Humas DPR RI, Rudi Rochmansyah, S.H., M.H. mengapresiasi setinggi-tingginya kepada UNS atas dukungan dan kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Parlemen Kampus merupakan miniatur proses di DPR RI melalui simulasi persidangan mahasiswa untuk berdiskusi, berdebat, dan merumuskan solusi atas berbagai isu.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan program edukasi parlemen, ruang sosialisasi regulasi, serta wadah penyerapan aspirasi mahasiswa agar lebih kritis dan berperan aktif dalam implementasi kebijakan publik.

“Tahun ini, Parlemen Kampus mengangkat tema “Generasi Peduli Lingkungan, Kritis, dan Paham Regulasi dalam Pengelolaan Sampah.” Tema ini relevan dengan komitmen UNS terhadap isu lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga ruang lahirnya gagasan dan solusi inovatif lintas disiplin,” ujar Rudi.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan berbagai layanan, seperti perpustakaan digital DPR RI, pameran arsip legislasi, museum virtual, serta layanan informasi publik.

Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan Parlemen Kampus ini merupakan kesempatan yang sangat penting dalam mempertemukan dunia akademik dengan lembaga legislatif melalui semangat edukasi demokrasi, literasi kebijakan publik, dan penguatan wawasan kebangsaan.

Di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, mulai dari persoalan lingkungan, transformasi sosial, ketahanan ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton. Mahasiswa harus hadir sebagai subjek intelektual yang kritis, memahami proses legislasi, paham aturan, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

UNS berkomitmen menjadi bagian dari solusi masalah lingkungan terutama masalah sampah melalui penguatan Green Campus, kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengembangan inovasi pengolahan sampah, serta pembukaan peluang riset multidisiplin untuk menjawab persoalan lingkungan secara nyata.

Kolaborasi dengan DPR RI ini adalah langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang unggul secara akademik sekaligus relevan terhadap kebutuhan bangsa.

“Kami di UNS meyakini bahwa kampus harus menjadi ruang dialog kebangsaan, laboratorium demokrasi, dan tempat lahirnya calon pemimpin bangsa yang memahami sistem, berintegritas, serta berorientasi pada solusi,” terang Prof. Hartono.

Kehadiran 100 mahasiswa yang tidak hanya berasal dari UNS, tetapi juga dari berbagai kampus di Surakarta, memiliki makna yang sangat penting. Forum ini menjadi simbol bahwa pembangunan literasi konstitusional harus bersifat inklusif, kolaboratif, dan lintas institusi.

“Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, berdialog, berpikir kritis, serta membangun jejaring kebangsaan,” imbuhnya.

Sebagai keynote speaker, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan kesempatan berharga untuk bertemu generasi muda, calon pemimpin masa depan. Indonesia saat ini menghadapi persoalan besar, salah satunya krisis sampah yang telah mencapai puluhan juta ton per tahun dan berdampak serius bagi lingkungan serta kehidupan masyarakat.

“Kita telah memiliki regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Namun, tantangan utama bukan hanya pada pembuatan aturan, melainkan pada implementasi dan pengawasannya. Di sinilah peran mahasiswa menjadi penting sebagai agen perubahan yang kritis, memahami aturan, dan mampu mendorong aksi nyata,” ujar Aria Bima.

Melalui Parlemen Kampus, mahasiswa diajak memahami proses legislasi bahwa kebijakan tidak lahir begitu saja, melainkan melalui dinamika, diskusi, dan tarik-menarik kepentingan. Karena itu, suara mahasiswa yang berbasis data dan argumentasi kuat sangat dibutuhkan dalam mengawal kebijakan publik.

Isu sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

“Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak apatis, tetapi menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan berani terlibat dalam proses pembangunan. Karena masa depan lingkungan dan bangsa ini ada di tangan kalian,” ujarnya.

Usai Aria Bima memberikan keynote speaker, acara dilanjutkan dengan paparan materi oleh beberapa narasumber. Yaitu Wakil Ketua MPR RI / Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H.; Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn.; dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Parlemen Kampus 2026 yang diselenggarakan UNS?

Parlemen Kampus 2026 adalah program kolaborasi antara Sekretariat Jenderal DPR RI dan UNS yang meliputi seminar nasional, pembekalan, serta simulasi proses parlemen. Lihat di artikel

Siapa saja yang berpartisipasi dalam Parlemen Kampus 2026?

Sebanyak 100 peserta yang telah diseleksi dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya, termasuk perwakilan fakultas dan organisasi mahasiswa di UNS, berpartisipasi dalam kegiatan ini. Lihat di artikel

Apa tema utama Parlemen Kampus 2026?

Tema utama Parlemen Kampus 2026 adalah “Generasi Peduli Lingkungan: Kritis, Paham Aturan, dan Aksi Nyata terhadap Pengelolaan Sampah.” Lihat di artikel

Bagaimana Parlemen Kampus 2026 memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa?

Peserta dibagi ke dalam beberapa fraksi, menjalankan peran pimpinan sidang, kementerian, dan komisi untuk merepresentasikan proses legislatif secara langsung melalui simulasi parlemen. Lihat di artikel

Kapan dan di mana Parlemen Kampus 2026 dilaksanakan?

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 5–6 Mei 2026, bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Lihat di artikel