Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan International Conference on Culture, Language, and Literature (ICCuLL) 2026 di UNS Tower pada Kamis (15/10/2026). Konferensi internasional ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik lintas batas dan membahas kajian bahasa, budaya, serta sastra di era post-truth.
UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus mendorong penguatan kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Culture, Language, and Literature (ICCuLL) 2026 oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada Kamis (15/10/2026) di UNS Tower. Mengusung tema “”Cross-Border Sciences: “Language, Literature, History and Culture in The Post Truth Era”, konferensi ini menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, dan Mahasiswa untuk bertukar gagasan, berbagi hasil penelitian, serta mengembangkan perspektif baru dalam kajian bahasa, budaya, sastra, dan sejarah di tengah dinamika perubahan global.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si, M.Si., menegaskan bahwa bahasa, budaya, dan sastra memiliki peran penting dalam membentuk identitas, membangun komunikasi, serta memahami keberagaman masyarakat. Ketiganya tidak hanya menjadi objek kajian akademik, tetapi juga merefleksikan pengalaman kemanusiaan dan dinamika kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
“Bahasa menghubungkan manusia, budaya membentuk identitas, dan sastra merefleksikan pengalaman kemanusiaan,” terang Prof. Fitria.
Lebih lanjut, Prof. Fitria menjelaskan bahwa globalisasi, transformasi digital, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta perubahan sosial telah memengaruhi cara manusia berkomunikasi, mempertahankan identitas budaya, dan menghasilkan karya sastra. Perubahan tersebut sekaligus menghadirkan peluang bagi akademisi dan peneliti untuk mengembangkan kajian yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.



Menurutnya, ICCuLL 2026 menjadi forum strategis untuk mempertemukan beragam perspektif dan hasil penelitian dari berbagai latar belakang keilmuan. Ia berharap konferensi ini tidak hanya menjadi tempat untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga berkembang menjadi ruang dialog lintas budaya yang mampu melahirkan gagasan inovatif, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang kerja sama penelitian yang berkelanjutan.
“Melalui konferensi ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun jejaring akademik, memperkuat kolaborasi internasional, dan membuka peluang kerja sama penelitian di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICCuLL 2026 merupakan kehormatan sekaligus kesempatan penting bagi FIB UNS untuk mempertemukan akademisi dan mitra dari berbagai institusi. Kehadiran para peserta diharapkan dapat memperkaya diskusi ilmiah, memperluas pertukaran pengetahuan, dan memperkuat hubungan antarlembaga dalam pengembangan kajian humaniora.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UNS atas dukungan terhadap penyelenggaraan konferensi, serta kepada seluruh program studi pendukung, asosiasi mitra, institusi yang terlibat, dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan forum ilmiah yang produktif sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama akademik di masa mendatang.
Ketua Panitia ICCuLL 2026, Dr. Asti Kurniawati, S.S., M.Hum. mengajak peserta untuk merefleksikan hubungan antara pengalaman masa lalu, dinamika masa kini, dan tantangan kebudayaan di masa depan. Tema tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana perubahan zaman memengaruhi cara masyarakat memahami bahasa, fenomena kebahasaan, kesusastraan, sejarah, dan budaya.
Dr. Asti berharap konferensi ini dapat mendorong lahirnya inovasi keilmuan, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat kolaborasi penelitian lintas disiplin dan antarperguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hasil diskusi yang berkembang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat.
Konferensi ICCuLL 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara untuk membahas beragam perspektif dalam kajian bahasa, budaya, sastra, dan sejarah. Sesi pertama dimoderatori oleh Muhammad Taufiq Al Makmun, M.A., Ph.D., dengan menghadirkan Prof. Bambang Purwanto, M.A., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Datuk Prof. Kolonel (K) Dr. Awang Azman Awang Pawi dari University of Malaya, serta Assoc. Prof. Miguel Escobar Varela dari National University of Singapore.
Sesi kedua dimoderatori oleh Dr. Ida Kusuma Dewi, S.S., M.A., dengan menghadirkan tiga pembicara, yaitu Dr. Hou Mengyao dari Xihua University, Dr. Dyah Ayu Nila Khrisna, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret, serta Dr. Jane Ahlstrand dari University of New England. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan ICCuLL 2026 diselenggarakan?
ICCuLL 2026 diselenggarakan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Lihat di artikel
Fakultas apa di UNS yang menyelenggarakan ICCuLL 2026?
ICCuLL 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS. Lihat di artikel
Siapa saja narasumber yang hadir dalam sesi kedua ICCuLL 2026?
Pembicara sesi kedua terdiri dari Dr. Hou Mengyao, Dr. Dyah Ayu Nila Khrisna, dan Dr. Jane Ahlstrand. Lihat di artikel


















