Program Kemitraan Internasional S1 Desain Mode FSRD UNS dengan Desainer Lokal Blora Tampil di Solo Batik Fashion 2026

Program Kemitraan Internasional S1 Desain Mode FSRD UNS dengan Desainer Lokal Blora Tampil di Solo Batik Fashion 2026
Dengarkan artikel

Prodi S-1 Desain Mode FSRD UNS berkolaborasi dengan Cepu Fashion Designer Community Kabupaten Blora menampilkan koleksi busana “Pesona Jati Ayu” dalam ajang Solo Batik Fashion 2026. Kolaborasi yang didukung oleh Universiti Malaysia Kelantan dan Dekranasda Blora ini merupakan luaran Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI-UNS) untuk memperkuat kapasitas desainer lokal.

UNS – Kolaborasi Program Studi (Prodi) S-1 Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan Cepu Fashion Designer Community (Cepu FDC) Kabupaten Blora menghadirkan koleksi busana bertajuk “Pesona Jati Ayu” dalam ajang Solo Batik Fashion 2026. Koleksi ini menjadi salah satu luaran Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI-UNS) yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universiti Malaysia Kelantan dan didukung oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora.

Koleksi “Pesona Jati Ayu” terinspirasi dari filosofi pohon jati yang menjadi salah satu kekayaan alam dan identitas Kabupaten Blora. Sebanyak delapan looks busana ditampilkan dengan eksplorasi motif batik Swaraga Jati dan Jati Rinonce yang diproduksi oleh UMKM batik di Kabupaten Blora. Motif tersebut merepresentasikan siklus kehidupan pohon jati melalui elemen daun sebagai simbol perlindungan, bunga sebagai harapan, entung jati sebagai proses transformasi, serta taburan daun sebagai lambang kelimpahan.

Prof. Dr. Sarwono, M.Sn., sebagai Ketua Tim Pelaksana Program PKMI-UNS, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Solo Batik Fashion 2026 merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil program pengabdian kepada masyarakat agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diwujudkan menjadi produk fesyen yang memiliki nilai kreativitas dan daya tampil di ruang publik.

“Program PKMI ini diarahkan untuk menghasilkan luaran nyata. Salah satunya berupa produk busana hasil kolaborasi yang kemudian memperoleh kesempatan untuk ditampilkan dalam Solo Batik Fashion 2026 pada 31 Oktober kemarin. Melalui kegiatan ini, kemampuan para desainer lokal diharapkan semakin berkembang, sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap potensi batik dan fesyen Kabupaten Blora,” jelasnya.

Hadir Ketua Dekranasda Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd.PAUD, M.Pd.BI., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pendampingan yang diberikan oleh Prodi Desain Mode UNS kepada para desainer lokal Cepu FDC. Menurutnya, keterlibatan desainer Blora dalam ajang fesyen menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kualitas karya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui pendampingan yang berkesinambungan dari Prodi Desain Mode UNS, sehingga potensi desainer lokal dan produk kerajinan daerah dapat semakin berkembang serta memiliki kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan fesyen.

Sementara itu, Ketua Cepu Fashion Designer Community, RR. Erna Susiana Dewi, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan dan pendampingan yang diberikan melalui program PKMI-UNS. Keikutsertaan dalam fashion show menjadi pengalaman berharga bagi para desainer lokal, khususnya dalam proses mengembangkan gagasan desain, mengolah potensi lokal menjadi karya fesyen, hingga memperkenalkan hasil karya kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan motivasi bagi anggota Cepu FDC untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan desain, serta membangun jejaring dengan berbagai pihak di bidang fesyen.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kompetensi desainer lokal berbasis pembelajaran serta pendampingan. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara UNS, Universiti Malaysia Kelantan, Cepu FDC, Dekranasda Kabupaten Blora, dan pelaku UMKM batik dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Program PKMI-UNS ini terlaksana dengan keterlibatan anggota tim dosen Prodi S-1 Desain Mode FSRD UNS yang terdiri atas Dr. Sujadi Rahmat Hidayat, S.Sn., M.Sn.; Dr. Ratna Endah Santoso, S.Sn., M.Sn.; M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn.; dan Nisaul Hasanah A Rosyad, S.Ds., M.B.A.

Melalui koleksi “Pesona Jati Ayu”, kolaborasi ini menunjukkan bahwa potensi budaya dan kekayaan alam daerah dapat menjadi sumber inspirasi penciptaan karya fesyen kontemporer. Lebih dari sekadar penampilan busana di panggung peragaan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas desainer lokal, memperluas jejaring kemitraan, dan memperkenalkan identitas batik Kabupaten Blora melalui industri fesyen.

HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tema koleksi busana yang ditampilkan dalam Solo Batik Fashion 2026?

Koleksi busana yang ditampilkan mengusung tema “Pesona Jati Ayu” yang terinspirasi dari filosofi pohon jati. Lihat di artikel

Siapa yang menjadi mitra kolaborasi S-1 Desain Mode FSRD UNS dalam program ini?

Prodi S-1 Desain Mode FSRD UNS berkolaborasi dengan Cepu Fashion Designer Community Kabupaten Blora dan Universiti Malaysia Kelantan. Lihat di artikel

Siapa Ketua Tim Pelaksana Program PKMI-UNS tersebut?

Ketua Tim Pelaksana Program PKMI-UNS adalah Prof. Dr. Sarwono, M.Sn. Lihat di artikel