Perkuat Ketahanan Keuangan Anggota PKK, Mahasiswa Psikologi UNS Hadirkan Pelatihan Keuangan

Perkuat Ketahanan Keuangan Anggota PKK, Mahasiswa Psikologi UNS Hadirkan Pelatihan Keuangan
Dengarkan artikel

Tim MBKM Riset Mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Psikologi UNS menggelar pelatihan manajemen finansial dan psikoedukasi menggunakan sistem Dompet Simantap bagi kelompok PKK Dusun Sumberejo, Sukoharjo, pada 26 September, 4 Oktober, dan 10 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan keuangan serta menjaga stabilitas psikologis ibu rumah tangga dalam menghadapi tekanan ekonomi.

UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Tim MBKM Riset menggelar pelatihan manajemen finansial bagi kelompok PKK RT 04 RW 10 Dusun Sumberejo, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Ketahanan Keuangan melalui Psikoedukasi dan Program Dompet Simantap”.

Tim riset ini diketuai oleh Arum Sari Rejeki, dengan anggota Hasna Syarifatul Faizah, Jihan Dwikanuari Dewi, dan Najwa Fauzia, di bawah bimbingan dosen Dr. Theda Renanita, S.Psi., M.A.

Ketua Tim, Arum Sari Rejeki, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat resiliensi keuangan perempuan yang telah berumah tangga. Pasalnya, ibu rumah tangga kerap berada di garis depan dalam menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari lonjakan harga kebutuhan pokok, pengeluaran darurat tak terduga, hingga maraknya jeratan pinjaman daring (pinjaman online).

“Tantangan finansial tersebut berisiko memicu stres dan mengganggu keharmonisan keluarga. Penguatan literasi dan keterampilan praktis dalam mengelola anggaran menjadi kunci agar perempuan lebih tangguh menghadapi guncangan ekonomi rumah tangga,” terang Arum.

Pelatihan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Kesejahteraan keluarga sulit terwujud secara optimal jika kesehatan mental perempuan tertekan akibat beban finansial. Penguatan ketahanan keuangan secara langsung berkontribusi menjaga stabilitas psikologis ibu dan ketahanan keluarga secara menyeluruh.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara intensif dalam tiga sesi pertemuan, yakni pada 26 September, 4 Oktober, dan 10 Oktober 2026. Pendekatan yang digunakan memadukan psikoedukasi keuangan dengan praktik langsung pembagian pos anggaran menggunakan sistem Dompet Simantap.

“Psikoedukasi bertujuan memberikan pemahaman mendalam agar individu mengenali akar masalah perilaku keuangannya, sekaligus menyusun strategi adaptif dalam mengatasi tekanan finansial,” imbuh Arum.

Pada sesi pembekalan materi, tim menghadirkan praktisi manajemen keuangan, Toifsa Rosita Dewi, S.M., M.M., sebagai narasumber. Peserta dibekali pemahaman seputar mitigasi krisis keuangan, pemetaan skala prioritas antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta strategi alokasi kas harian mengacu pada buku modul panduan Dompet Simantap.

Pendekatan psikologis yang diintegrasikan dalam program ini membantu warga memahami bahwa pengelolaan uang berkaitan erat dengan mekanisme pengambilan keputusan dan kontrol diri. Melalui pembagian pos pengeluaran yang terencana, para ibu diajak membangun kebiasaan finansial yang bijak dan berdisiplin.

Inisiatif mahasiswa UNS ini disambut antusias oleh para kader dan warga PKK Dusun Sumberejo. Melalui pendampingan ini, warga mengaku memperoleh keterampilan baru yang aplikatif untuk menata keuangan keluarga secara lebih tenang, terukur, dan berkelanjutan. Humas UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang menyelenggarakan pelatihan manajemen finansial untuk ibu PKK di Sukoharjo?

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim MBKM Riset Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi UNS. Lihat di artikel

Apa nama sistem pengelolaan keuangan yang diajarkan dalam pelatihan tersebut?

Sistem pengelolaan keuangan yang diajarkan menggunakan program Dompet Simantap. Lihat di artikel

Kapan rangkaian kegiatan pelatihan keuangan PKK tersebut dilaksanakan?

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara intensif dalam tiga sesi pada tanggal 26 September, 4 Oktober, dan 10 Oktober 2026. Lihat di artikel