Mahasiswa KKN 215 UNS Surakarta Reguler 215 menggelar workshop pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik bagi warga dan peternak ayam Desa Karanggedang, Purworejo, pada bulan Agustus. Kegiatan ini bertujuan mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
UNS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reguler 215 mengajak warga dan peternak ayam Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, memanfaatkan limbah peternakan menjadi produk yang lebih bernilai guna. Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Pengelolaan Limbah Peternakan.
Limbah peternakan, khususnya kotoran ayam, merupakan salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan tepat. Selama ini, limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi permasalahan lingkungan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN 215 UNS mengenalkan pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Workshop diikuti oleh 50 warga dan peternak ayam Desa Karanggedang bulan Agustus kemarin. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan limbah peternakan dan potensi pemanfaatannya. Peserta kemudian diperkenalkan pada proses pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik, mulai dari bahan dan alat yang digunakan hingga tahapan pengolahannya.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga terlibat langsung dalam demonstrasi dan praktik pengolahan limbah bersama mahasiswa KKN 215 UNS. Selama praktik berlangsung, mahasiswa mendampingi peserta dalam mengikuti setiap tahapan pengolahan. Keterlibatan langsung tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses pengolahan limbah sekaligus mencoba menerapkannya secara mandiri.
Ketua Tim KKN 215 UNS, Aditya Wicaksono, menyampaikan bahwa workshop tersebut dilaksanakan dengan melihat adanya potensi limbah peternakan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami cara mengolah limbah peternakan dengan tepat agar tidak menjadi permasalahan lingkungan. Limbah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna sekaligus memiliki potensi ekonomi,” ujar Aditya kepada uns.ac.id, Kamis (17/9/2026).
Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi, demonstrasi, hingga praktik pengolahan berlangsung. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah peternakan sekaligus pengalaman dalam mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat, khususnya peternak, untuk mulai melakukan pengelolaan limbah secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Program Workshop Pengelolaan Limbah Peternakan turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik dapat memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, hasil pengolahan tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari kegiatan produktif masyarakat Desa Karanggedang.
Kepala Desa Karanggedang, Kadikun, mengapresiasi pelaksanaan workshop yang memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya para peternak.
“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop ini dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, limbah peternakan tidak hanya menjadi permasalahan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Karanggedang. Pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendukung kegiatan produktif dan perekonomian masyarakat desa. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang menyelenggarakan workshop pengelolaan limbah peternakan di Desa Karanggedang?
Workshop tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reguler 215.
Apa produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah peternakan dalam kegiatan tersebut?
Limbah peternakan, khususnya kotoran ayam, diolah menjadi pupuk organik yang bernilai guna dan berpotensi ekonomi. Lihat di artikel
Berapa jumlah peserta yang mengikuti workshop pengelolaan limbah peternakan di Desa Karanggedang?
Workshop ini diikuti oleh 50 warga dan peternak ayam Desa Karanggedang. Lihat di artikel
Program Sustainable Development Goals (SDGs) apa yang didukung oleh kegiatan KKN 215 UNS ini?
Kegiatan ini mendukung SDGs nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lihat di artikel
















