Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Jebres, Surakarta, pada 16 September 2026. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga menerapkan budaya 5R guna mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA Putri Cempo melalui simulasi pemilahan sampah dan pelatihan pembuatan komposter.
UNS — Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengedukasi masyarakat Kelurahan Jebres, Surakarta melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengurangan Sampah Berbasis 5R”. Kegiatan yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS dan Kelurahan Jebres tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Kegiatan dilaksanakan di RW 18 dan RW 11 Kelurahan Jebres dengan melibatkan ibu-ibu penggerak PKK, pengelola Bank Sampah, warga, serta perwakilan perangkat Kelurahan Jebres. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi edukasi dan simulasi pemilahan sampah yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah di TPS3R, sehingga sampah yang masuk telah dalam kondisi terpilah.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Lina Indawati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi meningkatnya timbulan sampah di Kota Surakarta. Sampah dari kawasan permukiman menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo terus menghadapi keterbatasan.
“Pengelolaan sampah dari sumbernya melalui penerapan budaya 5R, yaitu replace, reduce, reuse, recycle, dan replant, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Putri Cempo sekaligus memperpanjang masa pakainya,” ujar Lina kepada uns.ac.id, Rabu (16/9/2026).
Lina menambahkan, pengurangan sampah dari sumber membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Melalui penerapan 5R, masyarakat tidak hanya memilah sampah, tetapi juga dapat mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, mendaur ulang material, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Jika seluruh lapisan masyarakat bersedia memilah dan mengurangi sampah, gerakan ini dapat membantu mengurangi beban TPA Putri Cempo. Selain itu, sampah organik maupun material yang masih memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali melalui pengomposan dan daur ulang,” jelas Lina.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai penerapan 5R dalam kehidupan sehari-hari. Replace diterapkan dengan mengganti barang yang kurang ramah lingkungan dengan alternatif yang dapat digunakan berulang kali atau didaur ulang, seperti tas belanja ramah lingkungan.
Selanjutnya, reduce dilakukan dengan mengurangi timbulan sampah, antara lain dengan membiasakan menghabiskan makanan agar tidak menghasilkan sisa makanan. Reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih layak, sedangkan recycle dilakukan dengan mendaur ulang material menjadi produk atau bahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Adapun replant diterapkan dengan mengembalikan unsur organik ke alam, salah satunya melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti simulasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti daun, sisa makanan, sisa sayuran, dan kulit buah dimasukkan ke dalam tong berwarna hijau. Sampah nonorganik yang dapat didaur ulang ditempatkan pada tong kuning, sampah residu pada tong abu-abu, sedangkan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk popok, pembalut, dan masker bekas, ditempatkan pada tong merah.
Pelatihan Komposter Takakura dan Komposter Tong
Masyarakat juga mendapatkan pelatihan pembuatan komposter Takakura dan komposter tong. Pelatihan mencakup pembuatan wadah komposter, pembuatan starter, penyusunan sekam padi, pencacahan sampah organik, hingga pemantauan proses pengomposan sampai kompos matang dan siap digunakan.
Lina berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat menjadikan pemilahan dan pengurangan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, penerapan 5R di tingkat rumah tangga dapat membantu mengurangi sampah, khususnya sampah organik, meningkatkan nilai guna sampah, serta mendukung upaya pengurangan pencemaran lingkungan.
Keberhasilan kegiatan diukur melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan perspektif masyarakat Kelurahan Jebres terhadap pengelolaan sampah berbasis 5R.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Prodi Teknik Sipil FT UNS yang terdiri atas Lina Indawati, S.T., M.T. sebagai ketua, bersama Iva Yenis Septiariva, S.T., M.T.; Dr. Ir. Slamet Raharjo, S.T., M.Eng., IPM.; Dr. Ir. Agus Hari Wahyudi, M.Sc.; dan Prof. Dr. Ir. Cahyono Ikhsan, S.T., M.T.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang memimpin kegiatan pengabdian masyarakat tentang pengurangan sampah di Kelurahan Jebres?
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Lina Indawati, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Prodi Teknik Sipil FT UNS. Lihat di artikel
Apa saja bentuk penerapan budaya 5R yang diajarkan kepada warga Jebres?
Budaya 5R yang diajarkan meliputi replace (mengganti), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan replant (mengembalikan unsur organik ke alam). Lihat di artikel
Pelatihan pembuatan apa saja yang diberikan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut?
Masyarakat mendapatkan pelatihan pembuatan komposter Takakura dan komposter tong untuk mengolah sampah organik. Lihat di artikel



















