UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan budaya dan memberdayakan masyarakat desa melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Pada Minggu, 24 Agustus 2025, telah digelar Festival Gunungan “Grebeg Klobot” di Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Festival ini menampilkan gunungan hasil bumi, terutama jagung, sebagai bentuk ekspresi budaya lokal dan upaya pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Desa Binaan UNS 2025 (PDB-UNS) yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Tim PDB UNS yang diketuai oleh Sarjiyanto, Ph.D., dan beranggotakan Sarwoto, Ph.D., Dr. Lilik Wahyudi, Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M., dan Dr. Atmaji, M.M., telah melakukan pendampingan intensif di Desa Bagor. Mereka merancang pendekatan berbasis konsep AGREGAT (Agricultural-Heritage-Community Based Tourism), yang mengintegrasikan potensi pertanian, warisan budaya, dan peran aktif masyarakat lokal.
Dari perspektif pariwisata, Desa Bagor memiliki posisi strategis karena berada di antara tiga kawasan heritage wisata Sragen yaitu Gunung Kemukus, Waduk Kedung Ombo, dan Museum Sangiran. Letak geografis ini memberi keuntungan kompetitif bagi Bagor untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Menurut Sarjiyanto, potensi ekowisata yang dikembangkan melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan wisata. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui tiga pendekatan utama. Meliputi penggalian kearifan lokal budaya pertanian jagung sebagai ikon wisata dengan menciptakan berbagai atribut pariwisata berbahan dasar jagung. Komodifikasi budaya melalui festival gunungan “Grebeg Klobot”, sebagai agenda wisata tahunan antar kelompok tani di Desa Bagor. Dan penguatan kelembagaan pengelola desa wisata melalui pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) dan jaringan kerja sama (networking) dengan mitra strategis.
“Melalui Festival Grebeg Klobot, UNS berharap lahirnya desa wisata berbasis AGREGAT dapat menjadi solusi atas tantangan pembangunan desa,” terang Sarjiyanto kepada uns.ac.id, Selasa (26/8/2025).
Sarjiyanto menambahkan, tujuan jangka pendek dari kegiatan ini adalah menjadikan Festival Grebeg Klobot sebagai agenda budaya tahunan dan daya tarik wisata baru di Kecamatan Miri, Sragen. Sedangkan tujuan jangka panjang adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Komitmen ini merupakan perwujudan nyata peran serta UNS dalam mengangkat budaya sebagai pilar pembangunan bangsa, sejalan dengan Visi UNS sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional, berlandaskan pada nilai luhur budaya nasional,” pungkasnya. HUMAS UNS



















