Mahasiswa UNS di KKN Kebangsaan 2025: Pengabdian Nyata di Maros, Sulawesi Selatan

Mahasiswa UNS di KKN Kebangsaan 2025: Pengabdian Nyata di Maros, Sulawesi Selatan

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menegaskan peran aktifnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2025, yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin. Mengusung tema “Wisata Budaya Warisan Dunia dengan Aksi Kebangsaan: Kampus Berdampak dan Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini dilaksanakan pada 1–30 Juli 2025 dan diikuti oleh 176 mahasiswa dari 99 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dua mahasiswa UNS terpilih sebagai delegasi dalam program bergengsi ini setelah melalui seleksi internal ketat, yaitu Amalia Azizah (Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi) dan Aisya Lu’luil Maknun (Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik). Seleksi melibatkan penilaian akademik, kemampuan kepemimpinan, pengalaman pengabdian, serta kelayakan program kerja yang diusulkan.

Sebelum keberangkatan ke lokasi, keduanya menjalani pembekalan nasional di Universitas Hasanuddin yang diisi materi kebangsaan dan penguatan nilai-nilai kolaboratif. Mahasiswa UNS kemudian ditempatkan di dua desa wisata yaitu Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep dan Desa Jenetaesa, Kabupaten Maros, bergabung dalam tim lintas kampus untuk bersama-sama menginisiasi solusi atas berbagai tantangan lokal.

Pengabdian di Desa Tompo Bulu: Promosi Wisata dan Kesehatan Mental

Di Desa Tompo Bulu, Amalia Azizah menginisiasi program psikoedukasi tentang pentingnya kesehatan mental dan pencegahan bullying kepada siswa SMPN 3 Satap Balocci. Berdasarkan observasinya, terdapat kasus bullying yang memengaruhi kondisi psikologis siswa. “Psikoedukasi ini menjadi upaya preventif sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan sehat secara mental,” terang Amalia kepada uns.ac.id, Selasa (26/8/2025).

Selain itu, Azizah bersama rekan-rekan KKN lainnya juga mengembangkan promosi wisata lokal dengan membuat papan informasi dan videografis destinasi unggulan seperti Gunung Batu Pute, Air Terjun Tombolo, dan Goa Passosoang Tunabbaka. Inisiatif ini bertujuan menjadikan Tompo Bulu sebagai desa wisata religi dan warisan budaya yang semakin dikenal luas.

Pemetaan Potensi dan Konservasi Kupu-Kupu di Desa Jenetaesa

Sementara itu, di Desa Jenetaesa, Aisya Lu’luil Maknun berfokus pada pemetaan potensi desa yang mencakup aspek ekonomi, budaya, dan wisata. Kegiatan ini melibatkan partisipasi tokoh masyarakat untuk menggali dan mengidentifikasi kekuatan lokal sebagai dasar pengembangan berkelanjutan.

Program unggulan kelompok di desa ini adalah konservasi kupu-kupu, spesies khas yang menjadi identitas desa. Mahasiswa KKN Kebangsaan membentuk “Pasukan Konservasi Kupu-Kupu” yang terdiri dari anak-anak dan remaja. Kegiatan konservasi dilakukan melalui edukasi lingkungan, penanaman tumbuhan pakan larva, hingga kerja sama dengan UMKM lokal pengrajin suvenir bertema kupu-kupu.

Dukungan Masyarakat dan Harapan Berkelanjutan

Program-program mahasiswa UNS mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah desa. Kepala Desa Tompo Bulu, Abd. Kadir Hakim, mengungkapkan apresiasinya.

“Kami mengapresiasi semua mahasiswa KKN Kebangsaan karena telah memberikan solusi yang efektif dengan kegiatan yang positif, khususnya dalam pengembangan daerah wisata,” ujar Abd. Kadir.

Apresiasi serupa disampaikan oleh warga Desa Jenetaesa, Ali, yang terlibat dalam konservasi kupu-kupu.

“Program konservasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran anak muda akan kelestarian kupu-kupu yang menjadi karakteristik desa kami,” ujar Ali.

Agen Perubahan dari Kampus untuk Negeri

KKN Kebangsaan 2025 secara resmi ditutup pada 30 Juli 2025. Namun, semangat pengabdian yang dibawa mahasiswa UNS tak berakhir di sana. Mereka pulang dengan pengalaman lintas budaya, kemampuan kolaboratif, dan semangat untuk terus hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Partisipasi dalam KKN Kebangsaan menjadi bukti bahwa insan akademik UNS tidak hanya unggul di ranah ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap masyarakat dan bangsa. Kegiatan ini selaras dengan Visi UNS sebagai pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang berlandaskan pada nilai luhur budaya nasional dan kontribusi nyata bagi Indonesia. HUMAS UNS