UNS – Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Kampanye Anti Bullying di SMP Negeri 16 Surakarta. Kegiatan ini melibatkan 48 Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data (Fatisda). Mereka berkolaborasi dengan Tim Hibah Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) LPPMP UNS dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.
Kampanye Anti Bullying LPPMP UNS menjadi upaya pencegahan dan penanggulangan dalam lingkup pendidikan. Hal ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam hal pendidikan. Target SDGs 4-A secara spesifik bertujuan membangun dan meningkatkan sekolah inklusif dan aman.
Kegiatan dimulai dengan seluruh pengumpulan peserta di halaman sekolah. Kepala SMP Negeri 16 Surakarta, Dra. Sri Mulyani Dwi Hastuti, M.Pd., menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sekolah bebas perundungan. Sekretaris LPPMP UNS, Dr. Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni, M.Hum., mengungkapkan dukungannya terhadap kampanye ini. Kesadaran bersama dalam menangani isu perundungan di kalangan pelajar merupakan hal yang penting. Dr. Chafit Ulya, S.Pd., M.Pd., selaku pengarah kegiatan dalam kesempatan tersebut memperkenalkan tujuan kampanye dan menekankan peran para mahasiswa dalam sosialisasi.


Kegiatan berlanjut ke sesi sosialisasi di dalam kelas, khususnya di kelas VIII A – VIII F SMP Negeri 16 Surakarta. Dalam sesi ini, mahasiswa membawakan materi edukasi yang mencakup definisi, jenis, penyebab, serta dampak perundungan, serta cara-cara pencegahan dan pelaporan insiden bullying. Mahasiswa memanfaatkan berbagai media seperti presentasi menarik, laman edukatif, serta buku saku yang dirancang khusus untuk memudahkan siswa memahami materi.
Kreativitas para mahasiswa juga tertuang dalam penggunaan video edukasi, permainan interaktif, berbagai poster, infografis, dan komik cetak. Media tersebut berupaya menggambarkan situasi perundungan dan cara-cara untuk mengatasinya. Mereka juga mengadakan diskusi kelompok bersama siswa dan memberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pemahaman mereka tentang perundungan.
Dalam penutupan kegiatan, Dra. Sri Mulyani Dwi Hastuti menyampaikan harapannya. “Kampanye anti bullying ini memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai dampak buruk bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekitarnya. Kami berharap kampanye ini bisa membentuk sikap positif dalam diri siswa agar saling mendukung dan menghargai satu sama lain, menciptakan suasana sekolah yang lebih aman dan harmonis,” ujar Beliau. Humas UNS



















