UNS – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar workshop pembuatan keripik tempe di Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa serta memberdayakan masyarakat setempat.
Dipilihnya keripik tempe sebagai tema workshop didasari oleh potensi Desa Gaum yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi tempe. Program ini khususnya menarget para pelaku UMKM dan ibu rumah tangga untuk tidak hanya memproduksi tempe mentah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa FEB UNS ingin mendorong masyarakat untuk mengolah tempe menjadi produk turunan seperti keripik tempe yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Ketua Pelaksana Workshop Keripik Tempe, Firmansyah, menjelaskan gambaran workshop kepada sekitar 30 kepala keluarga warga RT 5 RW 4 Desa Gaum. Suasana workshop nampak ramai dan penuh semangat. Warga desa, khususnya para ibu rumah tangga, antusias mengikuti setiap tahapan yang diajarkan. Mahasiswa FEB UNS berharap melalui workshop ini masyarakat Desa Gaum dapat memperoleh keterampilan baru. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan usaha keripik tempe sebagai produk unggulan desa.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” tutur Firmansyah.

Workshop diselenggarakan pada Sabtu (26/4/2025) bertempat di Balai Desa Gaum. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Bayan Desa Gaum, Endri Susanto. Beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UNS dalam mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi yang disampaikan oleh Jono, seorang pelaku usaha tempe setempat. Dalam paparannya, Ia berbagi pengalaman seputar proses produksi tempe serta tantangan dalam memasarkan produk. Kisah inspiratif tersebut disambut antusias oleh peserta workshop yang aktif mengajukan pertanyaan.
“Peluang usaha masih terbuka lebar untuk olahan tempe di pasaran,” ujarnya.
Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan keripik tempe yang dipandu oleh Surip. Ia salah satu warga yang telah berpengalaman dalam mengolah makanan tradisional. Surip menjelaskan proses pengirisan tempe, pembuatan adonan bumbu, hingga teknik penggorengan yang tepat. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mengenali kegunaan dan nilai tambah dari produksi keripik tempe.
Humas UNS



















