UNS — Research Group (RG) Tekstil Tradisi dan Kontemporer Prodi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan pengabdian dengan memberi pencerahan kepada para perajin tekstil khususnya Tekstil Bercorak Batik. Ini dilakukan untuk membantu mereka dalam mengembangkan dan memperkaya jenis motif yang dapat menarik konsumen khususnya generasi muda. Kegiatan ini bekerja sama dengan Batik Wardana Pilang, Masaran, Sragen dimulai pada tanggal 17 hingga 19 Mei 2025.
Kegiatan pengabdian diketuai oleh Dr. Theresia Widiastuti, M.Sn. dengan anggota Setyawan S.Sn., M.Sn.; Darwoto S.Sn., M.Hum.; Apika Nurani Sulistyati, S. Sn., M.Sn.; dan Alfi Yusrina Farikha, S. Sn., M.Sn. Melalui pengabdian ini, tim bertujuan untuk memberi solusi kepada para karyawan untuk meningkatkan keterampilan membuat desain motif khususnya corak batik kreasi baru yang idenya diambil dari corak batik klasik, untuk disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Kegiatan ini sekaligus untuk membantu para pekerja kreatif dari kalangan generasi muda untuk selalu siap menghasilkan motif yang disesuaikan dengan selera pasar yang setiap saat selalu berubah cepat,” terang Dr. Theresia.


Penyampaian materi dalam pengabdian ini dilakukan oleh tiga anggota RG. Pertama, Setyawan S.Sn., M.Sn. yang menyampaikan bagaimana cara mengembangkan desain khususnya motif corak batik kreasi baru yang idenya diambil dari corak batik klasik. Melalui presentasinya ia menunjukkan contoh secara visual yang mudah untuk dipahami oleh para peserta. Contoh gambar ini merupakan contoh cara mengembangkan motif yang pernah dilakukan RG selama ini melalui beberapa penelitian yang lalu.
Selanjutnya masukan diberikan oleh Apika Nurani Sulistyati, S. Sn., M.Sn. yang bicara tentang bagaimana membuat produk pakaian bercorak batik, baik untuk wanita maupun pria. “Intinya bagaimana membuat produk pakaian yang dapat menarik pasar khususnya konsumen dari kalangan muda. Berbagai cara mengembangkan produk yang sifatnya sederhana tetapi cukup beragam dan atraktif,” ujar Apika.
Pembicara terakhir adalah Darwoto S.Sn., M.Hum. yang sekaligus menutup acara dihari ketiga, yang memberi masukan kepada peserta bagaimana strategi memasarkan produk. Ketiga masalah besar bagi sebuah industri kreatif bidang mode, yakni pengembangan desain motif, pembuatan produk yang kreatif dan inovatif, serta cara pemasaran. “Semoga melalui kegiatan ini, sedikit banyak dapat membantu peserta yang semuanya adalah pekerja kreatif di usaha kecil khusus tekstil bercorak Batik,” ujar Darwoto. HUMAS UNS



















