UNS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelenggarakan program “Hydropreuner Papagarang” di Desa Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan pertanian sayur yang didominasi oleh pasir serta keterbatasan air bersih.
Penanggung Jawab Program, Fatih Muhammad Hakim, mahasiswa S-1 Program Studi Agroteknologi UNS, menyebutkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan melihat sulitnya akses sayuran bagi warga Desa Papagarang.
“Program yang dilaksanakan pada Januari lalu ini hadir sebagai jawaban atas permintaan langsung dari pihak Desa Papagarang. Kami memperkenalkan Hidroponik Wick System (sistem sumbu) dengan belajar bersama terkait penerapan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan barang bekas seperti box ikan agar instalasi ini terjangkau dan mudah dilakukan oleh warga,” jelas Hakim kepada uns.ac.id, Selasa (10/3/2026).
Langkah ini secara strategis mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar Pengentasan Kemiskinan (SDG 1) melalui penguatan ekonomi rumah tangga berbasis hidroponik, Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), serta Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui edukasi kesadaran kesehatan berbasis sayuran dan edukasi pertanian modern.



Kegiatan edukasi, demonstrasi, dan praktik bersama ini disambut dengan antusiasme yang tinggi, dengan kehadiran lebih dari 50 warga dari berbagai rentang usia. Tim KKN UNS Jurnal.Komodo mendistribusikan booklet panduan praktis dan melakukan simulasi proses penyemaian benih, pembuatan nutrisi, hingga pindah tanam tanaman sayur hijau. Sebanyak 5 set instalasi hidroponik dihibahkan kepada perwakilan warga untuk dirawat dan ditanami sayuran hijau.
Tim KKN UNS Jurnal.Komodo juga membekali warga dengan pelatihan pascapanen berbasis wirausaha. Saat masa panen tiba, warga diajarkan teknik sortasi dan grading sayur daun dan pengemasan menggunakan isolasi eksklusif “Fresh Veggie”. Pengemasan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual sayuran bersih, sehat, dan bebas pestisida agar layak bersaing dan mampu menyuplai pasar lokal yang ada.
Satu perwakilan warga percontohan Desa Papagarang, Salman, mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tim KKN UNS Jurnal.Komodo. “Biasanya kami harus beli sayur dari Labuan Bajo dengan harga mahal. Tapi setelah diajari dan diberikan alat hidroponik dari adik-adik mahasiswa UNS ini, ternyata saya dan teman-teman lain bisa panen sayur segar dari rumah sendiri. Kami sangat terbantu dan jadi semangat untuk menanam lebih banyak lagi supaya bisa dijual,” ungkapnya dengan antusias.
Ke depannya, tim KKN UNS Jurnal.Komodo berharap inovasi sederhana teknologi tepat guna ini tidak terhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Desa, Desa Papagarang diharapkan kelak tidak hanya mencapai ketahanan pangan mandiri, bahkan dapat bertransformasi menjadi sentra penyuplai sayuran segar utama untuk kawasan regional. HUMAS UNS

















