Mahasiswa Desain Interior UNS dan Chiba University Kembangkan Kerajinan Lokal Rotan Desa Trangsan

Ringkasan: Mahasiswa Desain Interior UNS berkolaborasi dengan Chiba University dan perajin lokal Desa Trangsan, Sukoharjo, dalam program KKN untuk mengembangkan kerajinan rotan lokal. Kegiatan yang berlangsung dari Agustus hingga Desember 2025 ini meliputi inventarisasi potensi, pemetaan proses produksi, serta pengembangan desain produk inovatif seperti handbag dan tray. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing kerajinan berbasis budaya melalui pendekatan desain kolaboratif dan promosi melalui website serta draf buku.

UNSMahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan inventarisasi kerajinan lokal di Desa Trangsan dan melakukan pengembangan desain produk yang berkolaborasi dengan perajin lokal Desa Trangsan serta Chiba University. Kegiatan berlokasi di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Melalui pendekatan desain kolaboratif, kegiatan ini bertujuan menjembatani nilai budaya lokal dengan perspektif desain global guna meningkatkan daya saing kerajinan rotan sebagai produk berbasis budaya.

Para mahasiswa ini tergabung sebagai tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS Desa Trangsan yang diketuai oleh Luh Made Ratna Nirmala S. Program yang dijalankan mendapatkan bimbingan oleh Pandu Purwandaru, S.Ds., M.Ds., Ph.D., Trisna Dwi Putri Novitabella, S.DS., M.DS., dan DOTT. Silmi Cahya Pradini Priliana S.T., M.Sc.

Kegiatan KKN kolaboratif ini berfokus pada inventarisasi potensi kerajinan rotan Desa Trangsan yang telah lama dikenal sebagai sentra industri rotan. Waktu pelaksanaan dimulai dari 7 Agustus 2025 hingga 26 Desember 2025. Mahasiswa melakukan pemetaan proses produksi, jenis rotan, jenis anyaman, teknik produksi, hingga jenis produk, melalui observasi lapangan, diskusi dengan perajin, dan dokumentasi visual. Tahap inventarisasi ini menjadi dasar dalam memahami kekuatan, tantangan, dan peluang pengembangan kerajinan rotan di tengah perubahan selera pasar dan kebutuhan desain masa kini.

Sebagai luaran dari kegiatan tersebut, mahasiswa menghasilkan beberapa output yang bersifat akademik sekaligus aplikatif. Output tersebut meliputi pengembangan sebuah website yang berfungsi sebagai media dokumentasi, informasi, dan promosi kerajinan rotan Desa Trangsan. Website ini memuat hasil inventarisasi, proses kolaborasi desain, serta potensi pengembangan produk berbasis budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan draft buku yang merangkum hasil riset lapangan, pemetaan desain, hingga pengembangan kerajinan rotan. Draft buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, maupun pelaku industri kreatif dalam memahami dan mengembangkan kerajinan berbasis kearifan lokal.

Selanjutnya, mahasiswa mengembangkan gagasan desain melalui proses kolaboratif lintas budaya. Pendekatan ini menggabungkan kearifan lokal perajin dengan metode Design Culture dari Chiba University, yang menekankan pemahaman konteks sosial, budaya, dan lingkungan dalam proses perancangan. Hasil kolaborasi diwujudkan dalam konsep desain produk dan pengembangan visual yang tetap mempertahankan identitas lokal Desa Trangsan, namun memiliki nilai inovatif dan relevan dengan pasar kontemporer.

”Luaran utama yang dihasilkan dari proses kolaboratif ini, diantaranya berupa prototipe produk kerajinan lokal, seperti hand bag, pitrit bag, kobayashi tray, laundry basket, yang merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dan perajin lokal,” terang Luh Made kepada uns.ac.id, Rabu (14/1/2026).

Selain aspek desain, kegiatan KKN ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar mahasiswa lintas negara. Interaksi langsung antara mahasiswa, akademisi, dan perajin menciptakan dialog dua arah yang memperkaya sudut pandang tentang desain, budaya, dan keberlanjutan industri kreatif berbasis kerajinan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar merancang, tetapi juga memahami peran desain sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi.

Diharapkan, hasil dari KKN kolaboratif ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan kerajinan rotan Desa Trangsan, baik sebagai referensi desain, penguatan identitas produk, maupun upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen UNS dalam mendorong kolaborasi internasional dan pengabdian masyarakat berbasis riset dan desain yang berkelanjutan. HUMAS UNS

Pertanyaan umum

Apa tujuan utama dari KKN mahasiswa Desain Interior UNS di Desa Trangsan?
Kegiatan ini bertujuan menjembatani nilai budaya lokal dengan perspektif desain global guna meningkatkan daya saing kerajinan rotan sebagai produk berbasis budaya. Lihat di artikel

Bagaimana mahasiswa UNS dan Chiba University mengembangkan desain produk kerajinan rotan?
Pengembangan desain dilakukan melalui proses kolaboratif lintas budaya, menggabungkan kearifan lokal perajin dengan metode Design Culture dari Chiba University. Lihat di artikel