Manfaatkan Sinar Matahari, Peneliti UNS Ciptakan SPATS untuk Irigasi Sawah

UNS – Dengan memanfaatkan keberadaan sinar matahari, Tim Ahli dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan rekayasa teknologi berupa Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS). Inovasi baru teknologi tepat guna pompa air dengan sumber energi baru dan terbarukan tenaga surya tersebut, diciptakan untuk menggantikan mesin pompa air irigasi dengan mesin diesel berbahan bakar solar yang dinilai tidak efisien.

Koordinator Peneliti dari Fakultas Teknik (FT) UNS, Chico Hermanu Brillianto Apribowo M Eng mengatakan dalam menciptakan SPATS ini, ia tidak sendiri. Chico bersama dengan empat rekannya yaitu Dr Zainal Arifin, Feri Adriyanto PhD, Teguh Endah Saraswati PhD dan Dr Miftahul Anwar bersama-sama untuk menciptakan alat tersebut yang pendanaannya berasal dari Program IBM PNBP UNS tahun 2017 dengan difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS.

Kepada wartawan, Chico mengatakan latar belakang diciptakannya alat tersebut karena Indonesia merupakan negara agraris dengan daerah pertanian yang cukup luas. Kesuburan tanah dan kebutuhan akan air menjadi prioritas utama. Untuk mendukung hal ini dibutuhkan sistem irigasi yang baik saat terjadi musim kemarau. Pengunaan diesel/pompa air dengan BBM untuk sistem irigasi pertanian sangatlah tidak efektif dan mahal. Sistem pompa air dengan tenaga surya merupakan salah satu alternatif solusi yang efektif, hemat, dan efisien untuk menjaga sistem irigasi pertanian berjalan dengan baik saat musim kemarau.

“Tujuan akan pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan praktis akan pembuatan dan instalasi SPATS serta memberikan inovasi baru berupa pemanfaatan energi terbarukan dalam membantu sistem irigasi pertanian,” kata Chico saat melakukan ujicoba SPATS untuk mengairi sawah dengan memompa air Sungai Dengkeng, di Desa Karangjoho, Klaten, Jumat (31/8)

Lanjut Chico, model SPATS yang dihasilkan memiliki spesifikasi peralatan meliputi Pompa submersible dengan driver motor 48-220 Volt 300 W, Solar Panel 600 Wp, Inverter pure sine wave 2000 W, MPPT Charge Controller, kabel Daya NYYHY 2 x 2,5 mm panjang 15 meter, Box MCB pengaman, Pipa HDPE ukuran 2 inch panjang 10 meter, rangka besi dan roda pengerak. Kemampuan debet SPATS sebesar 15 – 20 m kubik perhari.

“Dengan SPATS ini diharapkan masyarakat mendapatkan manfaat berupa peningkatan produktivitas hasil pertanian melalui sistem irigasi yang baik dan membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” imbuhnya.

Dari program ini dihasilkan 2 buah tipe SPATS yaitu SPATS Generasi I dan SPATS Generasi II. SPATS Generasi I memilki daya kemampuan debit 5 liter/menit sedangkan SPATS Generasi II mampu memiliki debet air luaran sebesar 15 – 20 m kubik perhari. Dengan pompa air tenaga surya ini dapat menekan ketergantungan akan penggunaan diesel dengan BBM.

Berdasarkan perhitungan Chico dan tim, teknologi tepat SPATS dapat dikembangkan masyarakat petani desa untuk memenuhi kebutuhan air irigasi yang sangat vital. Dari sisi biaya untuk membuat satu unit SPATS Generasi II dengan 8 panel surya yang dapat menghasilkan tenaga listrik 800 watt, diperkirakan hanya memerlukan biaya Rp 25 juta.

Harga termahal untuk satu unit SPATS Generasi II adalah panel surya, yakni setiap panel untuk menghasilkan 100 watt daya listrik seharga Rp 1 juta. Jika komponen penghasil energi listrik itu ditambah komponen lain, termasuk selang air dan lain-lain minimal butuh dana Rp 25 juta. Kebutuhan dana itu kemungkinan dapat dimasukkan dalam usulan dana desa untuk peningkatan produksi pangan. Humas UNS

By | 2018-09-05T16:53:43+00:00 05 September 2018|Categories: Produk & Penelitian|