POC Berbahan Limbah Cair Tahu menjadi Upaya Mahasiswa UNS Mencegah Pencemaran Sungai di Kebumen

POC Berbahan Limbah Cair Tahu menjadi Upaya Mahasiswa UNS Mencegah Pencemaran Sungai di Kebumen

UNS – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Pengabdian Masyarakat (PM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggalakkan program pembinaan pengolahan limbah cair tahu kepada masyarakat Dusun Kemitir, Desa Bumirejo, Kebumen. Mereka menyusun program tersebut berdasarkan permasalahan pencemaran lingkungan oleh limbah cair tahu yang muncul di Kemitir sejak 2 tahun belakangan.

Tim UNS bernama Sahabat Desa diketuai oleh Firda Indah Ramadhani. Anggota tim tersebut yakni Selfi Fitriana, Tarisa Nurul Dzakiya, Laelina Fithrotul ‘Iza, dan Annisa Fauza Hidayah. Tim ini mengusung program pengabdian masyarakat yang berjudul “Sahabat Desa: Solusi Berkelanjutan dari Limbah Cair Tahu menjadi Pupuk Organik Cair untuk Masyarakat Desa Kemitir Kebumen”.

Berdasarkan hasil kunjungan Firda bersama anggota tim, terdapat fakta bahwa terjadi pencemaran air dan udara di Kemitir. Diketahui bahwa Kemitir merupakan wilayah yang memiliki beberapa industri tahu rumahan. Tujuh industri tahu rumahan di Kemitir membuang limbah cair tahu ke saluran sungai yang mengakibatkan air sungai tercemar dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Limbah cair tahu sebenarnya mengandung zat-zat hara yang diperlukan oleh tanaman dan dapat menyuburkan tanah, Namun di Kemitir belum pernah dilakukan inovasi untuk memanfaatkannya,” ujar Firda kepada uns.ac.id, Kamis (18/7/2024).

Hal ini mendorong Tim Sahabat Desa UNS untuk menciptakan pembinaan pemanfaatan limbah cair tahu. Mereka mengolah limbah menjadi pupuk organik cair. Kegiatan diimplementasikan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan.

Kegiatan pelatihan dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Terdapat 2 kali pelatihan pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair dan 1 kali pelatihan mengemas olahan pupuk organik cair dari limbah cair tahu.

Rochyati selaku Sekretaris PKK Kemitir menilai bahwa program pengolahan limbah tahu menjadi POC dari mahasiswa UNS sangat bermanfaat bagi lingkungan Kemitir. Melalui kegiatan ini, warga dapat memanfaatkan limbah tahu menjadi pupuk. Banyak dampak yang bisa dirasakan dengan adanya pupuk ini seperti tanaman menjadi subur serta mengurangi pencemaran bau di sungai.

“Mahasiswa UNS sudah memberikan ilmunya dengan tekun, terarah, dan berkesinambungan mulai dari sosialisasi, kemudian pelatihan beberapa kali, sampai pada pengemasan POC. Kami sudah paham cara membuatnya sampai pada menjualnya. Mahasiswa UNS telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami warga Kemitir,” ungkap Rochyati.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Tim PKM PM UNS optimis bahwa inisiatif ini akan membawa perubahan positif dalam pengelolaan limbah cair tahu di wilayah Kemitir. Harapannya, praktik baik ini dapat diadopsi lebih luas. Program ini dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat Kemitir.

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti