UNS— Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih tiga penghargaan nasional dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo dan Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026. Prestasi tersebut terdiri atas Juara 1 Nasional kategori Perencanaan Bisnis pada KBMK, Juara 1 kategori Collaborative Matching pada KMI Expo, serta Juara 2 kategori Manufaktur Tahap Bertumbuh pada KMI Expo.
Kepala Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa UNS, Dr. Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan yang dilakukan sejak awal tahun, disertai pendampingan intensif bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan berdaya saing di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, KMI Expo dan KBMK 2026 berjalan dengan lancar pada 29 September–1 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan hasilnya mampu mengharumkan nama UNS di tingkat nasional. Persiapan untuk mengikuti kompetisi ini telah dilakukan sejak awal tahun, dengan mengidentifikasi kelompok usaha Wibawa 2025 yang memiliki potensi untuk bersaing di ajang P2MW,” jelas Dr. Susantiningrum, Jumat (9/10/2026).
Pada kompetisi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, UNS meloloskan enam kelompok usaha. Dari jumlah tersebut, empat kelompok berhasil melaju ke KMI Expo 2026. Sementara itu, keikutsertaan UNS dalam KBMK tahun ini merupakan kali kedua di bawah koordinasi Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Mahasiswa (DAKM).
Proses seleksi peserta KBMK berlangsung cukup ketat karena bidang yang dilombakan memiliki karakteristik spesifik dengan waktu persiapan yang relatif singkat. Meski demikian, UNS berhasil mengirimkan empat tim untuk berkompetisi pada empat bidang yang dilombakan. Seluruh tim mendapatkan pendampingan intensif dari dosen pembimbing dan mentor eksternal dalam penyusunan proposal bisnis.
Dari empat tim yang berkompetisi, dua tim berhasil lolos ke semifinal pada bidang Perencanaan Bisnis dan Audit Investigasi. Selanjutnya, satu tim berhasil melaju ke babak final pada bidang Perencanaan Bisnis dan meraih peringkat pertama nasional. Pelaksanaan final KBMK 2026 diselenggarakan bersamaan dengan agenda KMI Expo 2026.
Dr. Susantiningrum menambahkan bahwa capaian tiga penghargaan tersebut telah memenuhi target yang ditetapkan UNS. Hasil ini sekaligus menunjukkan peningkatan prestasi dibandingkan tahun 2025. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tim UNS di KMI Expo hanya meraih medali harapan, sedangkan pada KBMK tim UNS baru berhasil mencapai babak semifinal.
“Alhamdulillah, jumlah medali yang diraih sesuai dengan target. Tahun ini, UNS memperoleh satu medali dari KBMK dan dua medali dari KMI Expo. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun lalu, sehingga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kewirausahaan mahasiswa,” ungkapnya.


Inovasi Bisnis Mahasiswa Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan
Salah satu inovasi yang mengantarkan UNS meraih prestasi pada KBMK 2026 adalah TambaQu, yang dikembangkan oleh tim Klo Menang Mukbang Gacoan. TambaQu merupakan platform teknologi akuakultur yang dirancang untuk memitigasi risiko penyakit pada tambak udang vaname melalui integrasi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Platform ini mengintegrasikan sensor IoT untuk memantau berbagai parameter kualitas air, meliputi oksigen terlarut (DO), pH, suhu, salinitas, amonia, dan nitrit. Sistem tersebut juga memanfaatkan data cuaca mikro lokal serta PondBrain AI untuk menghasilkan Disease Risk Score harian sebagai indikator risiko penyakit pada tambak.
Melalui teknologi tersebut, TambaQu berupaya mendorong perubahan pola budidaya udang dari pendekatan reaktif menjadi preventif. Dengan pemantauan kondisi tambak secara terintegrasi, inovasi ini diharapkan dapat membantu pembudidaya mengambil keputusan lebih dini, meningkatkan produktivitas, dan mendukung keberlanjutan usaha tambak udang.
Selain inovasi berbasis teknologi, mahasiswa UNS juga mengembangkan VersaLayer, sebuah usaha kreatif berbasis upcycling yang berdiri pada 2025 dan berlokasi di Surakarta. VersaLayer berfokus pada pengolahan limbah tekstil menjadi material dan produk bernilai tambah melalui eksplorasi teknik sashiko, patchwork, bleaching, dan manipulasi kain.
Keunikan VersaLayer tidak hanya terletak pada produk handmade yang dihasilkan, tetapi juga pada pengembangan material secara mandiri dari limbah tekstil. Usaha ini mengusung nilai kreativitas, keberlanjutan, dan personalisasi produk sesuai kebutuhan pelanggan. VersaLayer telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta tiga kekayaan intelektual, yaitu Patchline Denim, Bleachwave Stitch, dan Repatch Sashiko.
Sementara itu, inovasi di bidang manufaktur diwujudkan melalui Tescopave, produk paving block ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti pasir. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif material konstruksi yang lebih berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kualitas dan kekuatan produk.
Proses produksi Tescopave menggunakan teknologi hydraulic press untuk menghasilkan tekanan yang lebih stabil dan kepadatan produk yang lebih baik. Berdasarkan pengujian laboratorium yang disampaikan oleh tim pengembang, produk ini memiliki kuat tekan setara kelas K250–K300 sesuai standar yang dirujuk. Tescopave menawarkan beberapa varian produk, antara lain paving hexagon, Holland, dan cacing. Usaha ini juga telah memiliki NIB dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Karya Rekaman Video.
Melalui pembinaan, pendampingan, dan penguatan ekosistem kewirausahaan, UNS terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang kreatif, kompetitif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. HUMAS UNS














