Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Subdirektorat Layanan Konseling dan Disabilitas Mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Peaceful Morning untuk membantu mahasiswa mengelola stres pada Sabtu (17/10/2026) di halaman Gedung dr. Prakosa UNS. Kegiatan ini menghadirkan latihan mindfulness, grounding, dan hipnoterapi yang difasilitasi oleh dosen Fakultas Psikologi UNS guna memperluas dukungan kesehatan mental di luar konseling individual.
UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Subdirektorat Layanan Konseling dan Disabilitas Mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Peaceful Morning: Mindfulness, Grounding, and Hypnotherapy for Inner Calm sebagai upaya mendukung kesehatan mental mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan di halaman Gedung dr. Prakosa UNS pasa Sabtu (17/10/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan S.T., M.T., Ph.D., IPU. didampingi Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P.
Kegiatan ini menghadirkan Dian Kusuma Hapsari, M.Psi., dan Laelatus Syifa Sari Agustina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan dosen Fakultas Psikologi UNS, sebagai fasilitator. Melalui rangkaian latihan mindfulness, grounding, dan hipnoterapi, peserta diajak untuk mengenali kondisi diri, melepaskan ketegangan, serta menemukan ketenangan di tengah rutinitas perkuliahan dan berbagai aktivitas sehari-hari.
Kepala Subdirektorat Layanan Konseling dan Disabilitas Mahasiswa UNS, Berliana Widi Scarvanovi, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Subdirektorat Layanan Konseling dan Disabilitas Mahasiswa. Pendekatan tersebut dihadirkan untuk memperluas pilihan dukungan kesehatan mental yang dapat diakses mahasiswa, khususnya bagi mereka yang mengalami tekanan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi belum merasa membutuhkan konseling individual.
“Tidak semua mahasiswa yang membutuhkan dukungan kesehatan mental harus menempuh jalur konseling individual. Ada mahasiswa yang tidak mengalami gangguan psikologis tertentu, tetapi merasa pikirannya penuh, memiliki banyak hal yang dipikirkan, atau mulai mengalami stres dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menyediakan ruang bagi mereka untuk menenangkan diri dan mempelajari cara mengelola stres dengan lebih baik,” jelas Berliana.
Ia mengungkapkan, kebutuhan terhadap layanan konseling di UNS terus meningkat. Jika sebelumnya jumlah mahasiswa yang mendaftar untuk mendapatkan layanan konseling masih berada pada kisaran ratusan, kini jumlahnya telah mencapai lebih dari seribu mahasiswa, bahkan sebelum satu tahun berjalan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan UNS untuk menghadirkan pendekatan yang lebih beragam dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Berliana menambahkan, kegiatan Peaceful Morning memanfaatkan kompetensi sumber daya manusia di Fakultas Psikologi UNS yang telah memiliki sertifikasi di bidang hipnotis dan hipnoterapi. Melalui kegiatan ini, UNS berupaya menghadirkan pengalaman relaksasi yang dapat dipelajari dan diterapkan mahasiswa secara mandiri untuk membantu menghadapi tekanan sehari-hari.






Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti tiga pendekatan utama. Mindfulness atau kesadaran penuh mengajak peserta untuk memusatkan perhatian pada momen saat ini, termasuk menyadari napas, sensasi tubuh, dan lingkungan sekitar tanpa menghakimi. Sementara itu, grounding membantu peserta kembali terhubung dengan kondisi fisik dan lingkungan sekitar untuk meredakan ketegangan. Adapun hipnoterapi dilakukan melalui relaksasi dan sugesti positif untuk membantu peserta membangun ketenangan batin.
Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah mindful grounding, yakni latihan untuk menyadari keberadaan diri dan terhubung kembali dengan lingkungan sekitar. Peserta diajak memperhatikan pengalaman sederhana yang kerap terlewatkan, seperti merasakan rumput di bawah kaki, menyadari aliran napas, dan memperhatikan sensasi saat melangkah. Melalui latihan tersebut, peserta diharapkan dapat lebih hadir pada saat ini dan mengenali kondisi dirinya dengan lebih baik.
Menurut Berliana, teknik relaksasi dan latihan pernapasan dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mahasiswa mengelola stres ringan dan ketegangan setelah beraktivitas. Namun, ia menegaskan bahwa praktik mandiri tidak menggantikan bantuan profesional apabila seseorang menghadapi permasalahan psikologis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan pilihan baru bagi mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental dan mengelola tekanan kehidupan sehari-hari. Kami ingin mahasiswa memiliki keterampilan coping stress, yaitu strategi untuk menghadapi dan mengelola stres, yang dapat diterapkan secara mandiri,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya preventif agar mahasiswa mampu mengenali dan mengelola stres sejak dini. UNS juga berupaya memperluas jangkauan dukungan kesehatan mental melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa, sehingga layanan yang tersedia di lingkungan kampus dapat terintegrasi dan saling mendukung.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan S.T., M.T., Ph.D., IPU., menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Peaceful Morning menjadi inisiasi positif untuk mengajak mahasiswa sejenak keluar dari rutinitas perkuliahan dan berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan kelelahan maupun tekanan.
“Melalui kegiatan latihan mindfulness ini, kita mencoba mengenali diri sendiri dan melakukan grounding. Kita juga diajak bersentuhan langsung dengan alam sebagai bagian dari proses grounding, sehingga bisa lebih dekat dengan lingkungan sekitar dan memanfaatkan alam untuk membantu mengurangi tekanan yang kita rasakan,” tutur Prof. Dody.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat dan nyaman bagi mahasiswa. Menurutnya, upaya menjaga kesejahteraan psikologis merupakan bagian penting dalam mendukung mahasiswa menjalani aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari pengalaman yang dibagikan Thu Zar Zar Soe, mahasiswa asal Myanmar yang sedang menempuh studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Ia mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mendapatkan pengalaman baru dalam mengelola stres, terutama ketika sedang menyelesaikan tugas akhir.
“Selama menjalani studi, saya sedang mengerjakan tugas akhir sehingga sering merasa gelisah, sulit untuk tenang, dan mengalami stres. Oleh karena itu, saya mencoba mengikuti kegiatan ini untuk merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkap Thu Zar Zar Soe.
Ia merasakan pengalaman yang berkesan, terutama ketika mengikuti sesi mindful walking. Menurutnya, latihan tersebut membantunya kembali terhubung dengan alam dan menyadari keberadaan dirinya di lingkungan sekitar. Meskipun mengalami kendala bahasa saat mengikuti sesi hipnoterapi, ia tetap berusaha memusatkan perhatian pada pernapasan dan mengikuti arahan fasilitator.
Thu Zar Zar Soe berharap dapat kembali mengikuti kegiatan serupa dan merekomendasikannya kepada orang lain. Baginya, Peaceful Morning memberikan pengalaman baru untuk menemukan ketenangan sekaligus menyadari pentingnya meluangkan waktu bagi diri sendiri di tengah kesibukan. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa nama kegiatan yang diselenggarakan oleh Subdirektorat Layanan Konseling dan Disabilitas Mahasiswa UNS?
Kegiatan tersebut bernama Peaceful Morning: Mindfulness, Grounding, and Hypnotherapy for Inner Calm. Lihat di artikel
Di mana lokasi penyelenggaraan kegiatan Peaceful Morning UNS?
Kegiatan ini diselenggarakan di halaman Gedung dr. Prakosa UNS. Lihat di artikel
Siapa saja fasilitator yang menghadirkan materi latihan dalam kegiatan Peaceful Morning UNS?
Fasilitator kegiatan ini adalah Dian Kusuma Hapsari, M.Psi., dan Laelatus Syifa Sari Agustina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan dosen Fakultas Psikologi UNS. Lihat di artikel

















