Regenerasi Dalang Wayang Beber untuk Memperkokoh Peran Seni Pertunjukkan Tradisional di Era Industri Kreatif

Peneliti:
Supariadi
Warto

“Regenerasi Dalang Wayang Beber untuk Memperkokoh Peran Seni Pertunjukan Tradisional di Era Industri Kreatif ” ini secara khusus bertujuan untuk: (1) mengkaji proses regenerasi dalang wayang beber selama ini di Kabupaten
Pacitan, (2) mengeksplorasi minat generasi muda Kabupaten Pacitan untuk menjadi dalang wayang beber, (3) menganalisis peran stakeholders dalam mendukung upaya regenerasi dalang wayang beber, (4) menganalisis hambatan untuk melakukan regenerasi dalang wayang beber, (5) mengeksplorasi kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk melakukan regenerasi dalang wayang beber, (6) menganalisis sejauh mana telah terwujud sinergi antara wayang beber dengan pengembangan industry kreatif, (7) menyusun model regenerasi dalang wayang beber untuk memperkokoh peran seni pertunjukan tradisional di era industri kreatif, dan (8) merumuskan strategi implementasi model regenerasi dalang wayang beber untuk memperkokoh peran seni pertunjukan tradisional di era industri kreatif.

Untitledm

Untitledm

Partisipasi aktif untuk mendukung proses regenerasi seniman ditunjukkan oleh peran tokoh-tokoh masyarakat baik dari kalangan pejabat pemerintah, swasta, perguruan tinggi, maupun kelompok masyarakat yang lain, ikut nyengkuyung proses tersebut. Baik secara kelompok maupun perorangan, hingga saat ini mereka tetap berperan aktif dalam usaha melestarikan dan mengembangkan Wayang Beber Pacitan yang semakin ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Melakukan regenerasi dalang wayang beber terdapat hambatan internal maupun hambatan eksternal. Hambatan internal antara lain adalah adanya pandangan bahwa Wayang Beber harus tetap mempertahankan pakem asli yang dipesankan oleh nenek moyangnya, dalang wayang beber harus merupakan keturunan dari dalang beber sebelumnya, dalang wayang beber harus laki-laki, dan pertunjukan wayang beber
hanya boleh dipentaskan untuk kegiatan magisreligius. Adapun hambatan eksternal antara lain adalah kurangnya minat generasi muda terhadap kesenian ini. Regenerasi yang identik dengan pewarisan kepada generasi muda, akan mengalami kendala jika generasi muda sendiri tidak tertarik dan berminat kepada kesenian ini. [*]

 

Tulisan ini diterbitkan dalam buku 39 KARYA INOVASI UNS UNTUK INDONESIA oleh LPPM UNS.