UNS – Riset Grup (RG) Keilmuan dan Pembelajaran Sejarah dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar lokakarya bertajuk “Penguatan Keterampilan Digital Guru Sejarah SMA Kota Surakarta dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka”. Acara tersebut dihadiri oleh 40 guru sejarah yang tergabung pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kota Surakarta, Kamis (11/7/2024).
Dalam lokakarya ini, RG Keilmuan dan Pembelajaran Sejarah berkolaborasi dengan dua praktisi dari PT. Yonkou Edu Tekno, Iwan Maulana, M.Pd., dan Taufiq Subhanul Qodr, M.Pd. Kedua praktisi ini berbagi pengetahuan dan keterampilannya dalam menciptakan bahan ajar digital serta mengembangkan tur virtual sebagai media pembelajaran sejarah.
Sebelum memulai sesi inti, Ketua RG, Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum., memberikan sambutan yang hangat kepada para peserta. Beliau menegaskan bahwa lokakarya ini adalah bagian dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap melalui lokakarya ini, para guru sejarah dapat menguasai keterampilan digital yang diperlukan untuk membantu siswa mereka belajar sejarah dengan cara yang lebih menarik dan interaktif,” ujar Prof. Dr. Sariyatun.
Selain itu, lokakarya ini juga dibuka dengan pengantar dari perwakilan anggota RG, Prof. Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd. Dalam pengantarnya, Prof. Arif menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital dalam pembelajaran sejarah. Menurutnya, penggunaan teknologi digital memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi peristiwa sejarah secara lebih mendalam dan interaktif, serta membuka peluang baru dalam metode pengajaran.
“Terdapat berbagai manfaat dari pemberdayaan teknologi digital dalam pembelajaran sejarah, seperti aksesibilitas sumber belajar yang lebih luas, peningkatan interaktivitas dan keterlibatan siswa, kemudahan dalam kolaborasi dan komunikasi, personalisasi pembelajaran, serta pengembangan keterampilan abad ke-21,” jelas Prof. Arif.

Kegiatan inti lokakarya dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, Taufiq Subhanul Qodr, M. Pd., menyampaikan tentang basic knowledge bagaimana mendesain media pembelajaran yang menarik mulai dari dasar pemilihan font, desain, dan warna pada media pembelajaran. Dalam pemaparannya, Taufiq menjelaskan dengan sangat rinci mengenai perlunya desain grafis dalam pembuatan bahan ajar digital, misalnya pemanfaatan aplikasi canva dan penjabaran prinsip-prinsip dasar tata letak.
Dilanjutkan pada sesi dua, Iwan Maulana, M.Pd. membagikan materi tentang penyusunan bahan ajar digital dan tur virtual sebagai media pembelajaran sejarah. Pada sesi ini peserta lokakarya melakukan praktik langsung untuk menyusun bahan ajar digital dengan memanfaatkan aplikasi Canva dan Hayzen. Selain itu para peserta lokakarya juga mempelajari cara membuat virtual tour sederhana dengan berbantuan aplikasi 360 Kamera Panorama dan website Lapentor. Melalui bahasa yang mudah dipahami, para peserta dapat memahami langkah-langkah pembuatan virtual tour yang harapannya dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai media bahan ajar digital sejarah. Para guru sejarah sangat antusias dalam mengikuti lokakarya ini untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Setelah mengikuti lokakarya ini, diharapkan para guru sejarah SMA di Kota Surakarta memiliki keterampilan digital yang mumpuni untuk menciptakan bahan ajar yang inovatif dan menarik.
“Harapannya guru-guru mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membuat pembelajaran sejarah lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif, mendukung tujuan pembelajaran yang lebih inklusif dan berpusat pada siswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di era digital ini,” tambah Prof. Arif.
Humas UNS
Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti



















