UNS – Sejumlah Riset Grup (RG) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkolaborasi dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kegiatan ini bermitra dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Surya Alam RW 14 yang berlokasi di Jalan Majapahit I Nayu Barat RT 08/ RW 14.
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan sivitas akademika UNS mendapat hibah pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2024. Fokus kegiatan ada pada pemanfaatan lahan pekarangan. Ini menjadi upaya dalam mewujudkan kawasan pangan lestari di tengah-tengah masyarakat Nusukan.
Tiga RG yang berperan dalam PKM adalah RG Indigenous Psychology dari Fakultas Psikologi (Fapsi) yang diketuai oleh Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi., M.Si.; RG Komunikasi Pertanian dari Fakultas Pertanian (FP) yang diwakili oleh Dr. Dwiningtyas Padmaningrum, S.P., M.Si.; dan RG Ekonomi dan Pembangunan Pedesaan yang juga dari FP dengan Dr. Umi Barokah, S.P., M.P., sebagai anggota PKM.



“PKM bermitra dengan KWT Surya Alam RW 14 yang diketuai oleh Ibu Suti Diyarmi, S.Pd., berlokasi di Jalan Majapahit I Nayu Barat RT 08/ RW 14, Nusukan, Banjarsari, Surakarta. Sumber Dana dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2024,” terang Dr. Tri Rejeki Andayani kepada uns.ac.id, Kamis (12/12/2024).
Beberapa kegiatan telah terlaksana seperti sosialisasi dan pembekalan serta praktik penanaman pada lahan. Kegiatan PKM ini turut menggandeng Kans.id dan sejumlah Mahasiswa UNS dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini berlangsung selama 3 bulan, yakni sepanjang Agustus hingga Oktober 2024.
Kader KWT Surya Alam mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh ragam benih tanaman. Selanjutnya, tim UNS menggelar sesi praktik penanaman pada lahan pekarangan. Momen ini sangat mendapat antusias dari para peserta. Kegiatan dimulai dengan menanam benih untuk tumbuh menjadi bibit-bibit baru.
Mereka juga mencoba menanam benih siap tanam yang telah tersedia. Tim UNS mengenalkan karakteristik masing-masing bibit tanaman. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang ditempatkan pada polybag berukuran kecil. Bibit dengan usia pertumbuhan yang lebih lama kemudian dipindahkan pada pot-pot yang berukuran lebih besar. Mereka juga belajar bagaimana perawatan tanaman-tanaman tersebut.
Bibit-bibit yang telah tertanam kemudian diletakkan pada rak panjang bertingkat. Hal ini guna mengefektifkan pemanfaatan lahan pekarangan. Selain itu, Kader KWT Surya Alam bersama Tim UNS juga melakukan replanting atau pembibitan untuk peremajaan. Bibit tersebut akan menggantikan tanaman-tanaman lama yang telah selesai masa panennya.
Pada akhir program, hasil kegiatan yang dilakukan mendapat monitoring dan evaluasi. Para reviewer yang memantau langsung adalah Dr. Edi Kurniadi, M.Pd., selaku reviewer internal dan Dr. Sunardi, S.Si., M.Si., selaku reviewer eksternal. Terlihat jelas bahwa penanaman yang telah dilakukan memperoleh hasil yang baik. Tanaman tumbuh subur dan berbuah baik. Sejumlah kader KWT menilai bahwa program ini mampu memberikan manfaat yang berarti. Kebutuhan nutrisi nabati dapat terpenuhi melalui penanaman mandiri serta mereka memiliki hubungan yang lebih erat dengan adanya kegiatan bersama.
Kegiatan ini mendukung UNS untuk mewujudkan tiga Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus yaitu tanpa kelaparan (SDGs kedua), kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDGs ketiga), serta pengelolaan ekosistem daratan (SDGs kelima belas).
Humas UNS



















