UNS – Research Group (RG) Media, Informasi dan Perpustakaan Program Studi D-3 Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan berlangsung di Balai Panti Sarojo, Kelurahan Serengan. Kegiatan ini menjadi bukti aktif SV UNS dalam peningkatan literasi masyarakat di Kota Surakarta.
GLS diselenggarakan dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen D-3 Perpustakaan UNS. Tema yang diangkat adalah “Pengembangan Literasi Berbasis Masyarakat di Perpustakaan Kelurahan Serengan: Gerakan Literasi Sekolah (GLS)”. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas.
Program ini diikuti oleh tenaga pendidik dari jenjang PAUD, TK, dan SD di wilayah Serengan. Peserta berasal dari berbagai lembaga pendidikan seperti PAUD Pelita Bangsa, PAUD Insan Mulia, TK Dewi Sartika, dan TK Aisyiyah 61 Serengan. Selain itu, adapun SDN 1 Serengan, SD Al-Islam 2 Jamsaren, SD Muhammadiyah 13, dan SLB YAAT Surakarta juga turut hadir.
Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut. Peserta terdiri dari guru wali kelas, wali murid, serta pendamping literasi sekolah. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bachrul Ilmi, S.Ptk., M.Hum., selaku Ketua Pelaksana GLS bersama jajaran Dosen D-3 Perpustakaan UNS.
Dalam sambutannya, Bachrul Ilmi, M.Hum., menyampaikan pentingnya penguatan literasi sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan membaca dan menelaah harus dibiasakan sejak jenjang PAUD, TK, SD hingga SLB. Hal ini penting untuk membentuk budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Gerakan literasi sekolah merupakan salah satu program yang dipandang menjadi kunci di era saat ini. Kemampuan membaca, menelaah dan berliterasi perlu diajarkan sejak dini, mulai dari PAUD, TK dan SD bahkan SLB juga,” ujar Bachrul Ilmi, Senin (26/5/2025).
Memasuki sesi materi pertama, Katrin Setio Devi, M.Hum., menyampaikan materi tentang metode Read Aloud atau membaca nyaring. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan literasi kepada anak dengan metode yang menyenangkan. Guru dan orang tua, menurutnya, berperan sebagai penyala api semangat belajar anak-anak.
“Pendidikan itu seperti menyalakan api. Tugas guru dan orang tua harus menumbuhkan minat anak untuk belajar. Carilah metode yang menyenangkan agar anak-anak mampu tertarik untuk terus belajar,” terang Katrin.
Praktik membaca nyaring dilakukan oleh Riska Nurul Faizah, Mahasiswa UNS anggota tim pelaksana kegiatan. Ia membacakan cerita anak dari koleksi Perpustakaan Kampung Sasana Pustaka Warga Kelurahan Surakarta. Praktik ini memberikan contoh langsung teknik membaca nyaring yang benar.
Materi kedua disampaikan oleh Rr. Iridayanti Kurniasih, S.Hum., M.I.P., Dosen D-3 Perpustakaan UNS. Ia membahas tentang cara menulis cerita anak, teknik mendongeng, dan pentingnya kreativitas dalam menyampaikan cerita. Peserta juga diajak menyaksikan cuplikan video dongeng dari film populer.
Kegiatan semakin menarik saat peserta diminta memperagakan dongeng secara langsung di depan forum. Mereka mempraktikkan teknik intonasi, mimik wajah, serta gerakan tangan saat bercerita. Suasana menjadi hangat dan penuh semangat karena peserta terlihat antusias.
Gerakan Literasi Sekolah ini bertujuan memfasilitasi pendidik dan orang tua siswa di Kelurahan Serengan. Melalui kegiatan ini, diharapkan praktik membaca, menulis, dan mendongeng dapat diterapkan secara rutin. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak sejak usia dini.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan refleksi bersama seluruh peserta. Para peserta mengungkapkan rasa senang bisa mengikuti kegiatan literasi yang aplikatif dan bermanfaat. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di lingkungan Kelurahan Serengan.
Humas UNS



















