UNS— Program Studi (Prodi) D3 Teknik Informatika Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (D3TI SV-UNS) kembali menggelar ajang tahunan Smart IT Festival (SIF) yang kini memasuki tahun ke-20 penyelenggaraan. Bertempat di Pendhapi Balaikota Surakarta, kegiatan yang mengusung tema “Smart Living for the AI-Driven Generation” ini sukses menjadi ruang kolaboratif antara mahasiswa, pemerintah, mitra industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surakarta, Dian Rineta, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan kota. “Semoga hasil penelitian mahasiswa UNS tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu bersinergi dengan Solo Smart City dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Dian.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, namun juga menjadi pencipta. “Kreativitas, kolaborasi, dan ketangguhan mental akan menjadi bekal utama untuk menghadapi tantangan di era industri berbasis AI,” tuturnya.
Rangkaian Acara SIF 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 Agustus ini dimulai dengan Campus Edutech Fair. Sebanyak 21 produk inovasi mahasiswa dipamerkan dan dapat diuji coba langsung oleh pengunjung. Produk-produk tersebut antara lain Otoskop IoT, DIGITEFA, Astronia, EWS, Online Competition System (OCS), AR Recycle, hingga Smart Exam System (SES)1.



Kemudian serah terima mahasiswa magang. Sebanyak 15 mitra industri menerima mahasiswa untuk program magang, antara lain PT. Oemah Solution Indonesia, PT. GMEDIA, PT. Stechoq Robotika Indonesia, Rubythalib.ai, Diskominfo Karanganyar, dan lainnya.
Lalu apresiasi mitra Project Based Learning (PBL). Delapan mitra yang konsisten mendukung program pembelajaran berbasis proyek menerima penghargaan khusus. Termasuk di antaranya BKPSDM Surakarta, PT. Star Software, Bulog Surakarta, dan Diskominfo Karanganyar.
Adapun penghargaan tugas akhir terbaik 2025 adalah sebagai berikut. Kategori IoT diberikan kepada Ade Rifky Setiawan, Shafa Rahmadhita, Zahra Sabilla Rizky. Kategori Sistem Informasi/Teknologi Informasi diberikan kepada Ignatius Loyola Farel Kusuma Dewa, Leonardus Reka Jakti, Ammar Al Amin dan kategori Immersive diberikan kepada Sherly Putriani. Lalu ada pula seminar inspiratif bertajuk “Vokasi, Prompting, & Vibe Coding: Siap Menghadapi AI-Driven Industry?” menghadirkan Cycas Rifky, AI Enthusiast dan CEO Kodegiri, sebagai pembicara utama. Ia menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi dan kolaborasi manusia dengan AI sebagai kunci menghadapi masa depan industri.
Sebagai penutup acara, Yudho Yudhanto, S.Kom., M.Kom., selaku penanggung jawab, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan SIF 2025. “Festival ini bukan sekadar ajang pamer, melainkan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan dunia industri,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari berbagai pihak seperti Pemerintah Kota Surakarta, UNS, Els x Nvidia, Lenovo, serta mitra industri lainnya. Aisyah Nurlatifah Ramadhanti, Ketua Pelaksana SIF 2025, turut menyampaikan rasa syukur dan harapan agar semangat inovasi terus menyala. “Sampai jumpa di SIF 2026,” ujarnya menutup acara.
Smart IT Festival 2025 bukan sekadar pameran teknologi, melainkan sebuah gerakan kolektif yang membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak inovator tangguh. Di tengah arus transformasi digital global, mahasiswa D3TI UNS hadir sebagai generasi yang siap menjadi pelopor “Smart Living for the AI-Driven Generation”. HUMAS UNS



















