UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional, kali ini melalui ajang fotografi. Feri Nugroho dari Program Studi (Prodi) Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi (SV) berhasil meraih Juara 1 dalam Kompetisi Pariwisata Indonesia 15. Kompetisi ini diselenggarakan dengan tema “Together for Nature and Culture”.
Periode kompetisi berlangsung sejak awal Mei 2025 dan pengumuman lomba dilaksanakan pada 8 Mei 2025.
Kategori fotografi dalam kompetisi ini mengusung konsep “Lens of Sustainability with Nature and Culture”. Feri dalam ajang ini ditantang menampilkan potensi alam dan budaya daerah masing-masing melalui visual foto. Tujuannya untuk mengedukasi sekaligus menginspirasi pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya. Feri menyampaikan bahwa inspirasinya berasal dari seorang fotografer Indonesia yang kerap mengangkat kehidupan desa. Ia ingin menyampaikan bahwa membatik bukan hanya sekadar tradisi turun-temurun, tetapi memiliki filosofi kehidupan. Foto yang dihasilkan diharapkan mampu berbicara tanpa harus dijelaskan melalui kata-kata.
“Membatik bukan hanya tradisi, tapi juga sebuah filosofi dan memiliki nilai kehidupan. Dalam pemilihan konsep, saya ingin foto ini memiliki cerita dan makna yang harus disampaikan walau meski secara tidak langsung dan tanpa harus menjelaskan melalui kata-kata,” terang Feri kepada uns.ac.id, Minggu (1/6/2025).
Dalam menggabungkan konsep alam dan budaya, Feri memotret seorang ibu pembatik dengan latar pepohonan pagi. Komposisi ini menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan budaya dalam satu bingkai visual. Feri juga menambahkan elemen asap dari pembakaran dedaunan untuk menciptakan suasana dramatis. Pemilihan pencahayaan alami pada pagi hari menjadi salah satu keunggulan teknis dalam karyanya. Ia menyebut bahwa efek ini memperkuat kedalaman cerita yang ingin disampaikan melalui fotonya.
“Secara teknis, saya mengedepankan pencahayaan alami pagi hari dan menambahkan elemen asap secara manual untuk menciptakan suasana yang dramatis dan membuat estetika,” sambungnya.


Tantangan utama dalam proses pengambilan gambar adalah mencari talent yang sesuai tema. Feri harus memastikan karakter model dapat menggambarkan yang sesuai dengan konsep miliknya. Selain itu, pengaturan waktu dan pencahayaan alami menjadi faktor penting agar hasil foto maksimal.
“Salah satu tantangannya harus mencari talent yang benar-benar sesuai dengan tema dan mampu menggambarkan suasana yang sesuai dengan konsep yang saya inginkan. Selain itu, saya harus menunggu waktu yang pas yaitu pada pagi hari agar mendapatkan pencahayaan alami yang lebih soft,” ujar Feri.
Menurut Feri ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga wujud kecintaan terhadap budaya lokal. Ia berharap generasi muda lebih peduli terhadap pelestarian budaya dan lingkungan sekitarnya. Media visual seperti fotografi dinilai sangat efektif untuk menyampaikan pesan tersebut. Menurut Feri, dokumentasi budaya melalui foto bukan sekadar hobi, tetapi bentuk kepedulian nyata.
“Saya percaya fotografi itu punya kekuatan besar untuk menyampaikan pesan. Lewat satu gambar, kita bisa menyadarkan beberapa orang tentang pentingnya menjaga budaya dan alam. Lewat visual, kita bisa membangun kesadaran dan harapannya, juga aksi nyata untuk melestarikannya” pungkas Feri.
Ajang Kompetisi Pariwisata Indonesia 15 ini menjadi bukti potensi mahasiswa UNS di bidang seni dan budaya. UNS terus berkomitmen mendorong kreativitas mahasiswa dalam mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.
Humas UNS


















