Tim Dosen dari Prodi D3 Farmasi UNS Dampingi UMKM dalam Pengolahan Salak

Tim Dosen dari Prodi D3 Farmasi UNS Dampingi UMKM dalam Pengolahan Salak

UNS— Program Studi (Prodi) D3 Farmasi Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat dengan judul “Diversifikasi Olahan Salak Organik Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Perekonomian Masyarakat”. Kegiatan ini menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) King Salacca yang dikenal sebagai salah satu pengolah buah salak di daerah.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh M. Fiqri Zulpadly, dengan anggota Annisa Diyan Meitasari dan Meta Kartika Untari. Sejak awal, kegiatan disambut antusias oleh UMKM King Salacca yang diprakarsai oleh Muhzito. Tim pengabdian memulai dengan penyampaian materi tentang pentingnya diversifikasi olahan buah salak sebagai salah satu strategi meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan bagi masyarakat. Dalam materi tersebut dijelaskan potensi besar buah salak jika diolah menjadi berbagai produk kreatif yang diminati pasar, salah satunya adalah kripik salak.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi cara pembuatan kripik salak. Demonstrasi dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilahan buah salak yang berkualitas baik, pengupasan kulit, proses pengeringan menggunakan oven untuk mendapatkan tekstur renyah, hingga tahapan akhir berupa pengemasan dan pelabelan produk. Tim pengabdian juga menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan, kualitas rasa, serta penampilan kemasan agar produk lebih menarik di mata konsumen.

Muhzito selaku perwakilan UMKM King Salacca mengungkapkan rasa senangnya atas pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian. “Kami sangat senang bisa mendapatkan ilmu baru dalam mengolah salak. Selama ini kami hanya menjual salak segar, kadang kalau tidak laku malah membusuk. Dengan dibuat kripik seperti ini, salak bisa awet dan dijual dengan harga yang lebih baik,” ujar beliau.

Selain itu, mitra juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa depan. “Harapan kami, ke depannya bisa ada pelatihan lagi untuk membuat varian rasa, dan bagaimana cara memperluas pasar supaya usaha kami bisa berkembang lebih besar,” tambahnya.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2025 ini, Ketua Tim Pengabdian, M. Fiqri Zulpadly berharap dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan bahan alam lokal yang melimpah, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat melalui UMKM. Secara global, ketahanan pangan merupakan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Indonesia berproses mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs ke-2 yaitu menghapuskan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Target yang termasuk di dalamnya yakni meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian pada masyarakat.

“Tim pengabdian juga berkomitmen untuk terus mendampingi mitra dalam proses pengembangan usaha, sehingga buah salak yang dulunya hanya dijual mentah dapat memberi manfaat lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” terang M. Fiqri kepada uns.ac.id, Kamis (31/7/2025). HUMAS UNS