Denanda Nazlah Khairunnisa, Menjelajahi Dunia Pendidikan dari UNS, ASEAN, hingga Jepang

Denanda Nazlah Khairunnisa, Menjelajahi Dunia Pendidikan dari UNS, ASEAN, hingga Jepang

UNS – Dunia pendidikan memberi warna tersendiri bagi perjalanan berkuliah Denanda Nazlah Khairunnisa. Ia merupakan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Keberaniannya untuk mencoba hal baru membawa Denanda ke sejumlah negara.

Denanda telah menunjukkan ketertarikan pada dunia pendidikan sejak SMP. Hal ini tercermin dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang ia ikuti, termasuk partisipasi dalam forum internasional dan menjadi penerima beasiswa luar negeri. Saat ini, ia tengah menjalani program Semester @NIE di National Institute of Education (NIE), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sembari mengerjakan skripsi dan kolokium.

Gagasan Pendidikan Inklusif pada ASEAN+ Youth Summit 2023

Pada September 2023, Denanda terpilih menghadiri ASEAN+ Youth Summit di Jakarta. Esai pendidikan inklusif yang ia tulis membawa ia lolos untuk menghadiri forum ini. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan para pemuda dari berbagai negara ASEAN untuk berdiskusi dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin ASEAN. Denanda menyoroti pentingnya instrumen pendidikan tinggi yang lebih inklusif, baik dalam sarana dan prasarana, infrastruktur, hingga proses penerimaan mahasiswa baru.

“Poin penting ketika ikut ASEAN+ Youth Summit, aku jadi lebih sadar kalau mahasiswa itu harus punya pemikiran kritis. Nggak cuma fokus di IPK, mahasiswa harus punya willingness untuk aktif dalam belajar banyak hal,” ujarnya.

Riset Kimia di Hokkaido University

Denanda juga mengikuti program UNS Global Challenge 2024 yang membawanya ke Hokkaido University, Jepang. Selama April hingga Juli 2024, ia melakukan riset di bidang kimia anorganik, khususnya dalam pembuatan absorben dari limbah kulit kopi untuk menyerap mikroplastik. Menghabiskan waktu 3 bulan, ia berhasil menyintesis dan menentukan karakterisasi absorben tersebut.

“Absorben ini aku buat dari limbah kulit kopi sehingga bisa mengurangi mikroplastik yang ada di air. Selama di Jepang aku fokus melakukan sintesis dan karakterisasi dari absorben. Tahap selanjutnya mengecek absorben ini dalam menyerap mikroplastik,” jelasnya.

Pengalaman Mengajar di Filipina melalui Program SeaTeacher Batch 10

Dari program SeaTeacher Batch 10, Denanda berkesempatan mengajar di St. Louis School, Inc., Kota Baguio, Filipina. SeaTeacher merupakan kerja sama antara FKIP UNS dan South ASEAN Minister Education Organization (SEAMEO). Program ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa prodi pendidikan untuk praktik mengajar di negara-negara ASEAN.

“Di Filipina (lama studi) SMP itu 4 tahun, SMA 2 tahun. Jadi aku mengajar di kelas 9 SMP itu setara sama materi yang teman-teman lain ajarkan di kelas 11 SMA Indonesia,” paparnya.

Selain pengalaman mengajar, Denanda juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda. Salah satu pengalaman berkesan baginya adalah bagaimana pihak sekolah tetap menghormatinya dalam mengenakan cadar saat mengajar. Selain itu, ia juga beradaptasi dengan akses terhadap makanan halal dan tempat ibadah yang lebih terbatas dibandingkan di Indonesia.

“Aku jadi sadar, aksesibilitas untuk ibadah di Indonesia itu sesuatu yang patut disyukuri. Seperti misalnya teman-teman mahasiswa di UNS itu dijamin dengan semua tempat ibadah,” ungkapnya.

Mengikuti Program Semester @NIE di Singapura

Semester @NIE menjadi kesempatan bagi Denanda untuk mendalami ilmu pendidikan. Program pertukaran pelajar ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda, terutama dalam membangun pola pikir ilmiah dalam perkuliahan dan interaksi dengan dosen. Ia merasakan perkuliahan yang mengulik lebih luas dan mendalam atas keilmuan yang dipelajari.

“Aku ambil (salah satunya) mata kuliah inclusivity and special needs di sini. Konteks pembicaraannya nggak hanya bagaimana di kelas bisa inklusif, tetapi bagaimana inklusi itu menjadi hal yang normal di lingkungan sosial, keluarga, dan mindset setiap individu,” kata Denanda.

Ia juga terkesan dengan sistem pembelajaran yang interaktif, di mana mahasiswa diberi kesempatan lebih besar untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan dosen secara setara. Menurutnya, pengalaman ini membantunya mengembangkan wawasan dalam bidang pendidikan yang lebih luas.

Aktif Juga dalam Organisasi Kemahasiswaan dan Kompetisi

Denanda juga ambil peran dalam organisasi kampus. Ia merupakan anggota HMP Kimia Kovalen FKIP UNS periode 2022/2023 dan 2023/2024, serta Vice President Student English Forum (SEF) UNS periode 2023/2024. Di bidang kompetisi, ia pernah mengikuti National University Debating Championship (NUDC) 2023 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), English Debating Competition 2023 di Universitas Khairun, dan Lomba Debat Tingkat Nasional Education Festival 2023 di UNS. Ia juga menorehkan prestasi di National Essay Competition Kovalen Edu Fair XIV di UNS.

Keberanian untuk Mencoba

Be what you want to be not what others want to see menjadi moto hidup yang dipegang Denanda. Dengan keseriusan dalam mengejar tujuan, Ia yakin akan membawa kebahagiaan dan hal-hal baik kepada diri sendiri. Hal ini juga yang ia terapkan dalam menciptakan kesempatan berharga semasa berkuliah. Keberanian untuk mencoba menjadi modal utama tanpa perlu terlalu memusingkan keberhasilannya.

“Kamu nggak akan pernah gagal ketika kamu mencoba melakukan sesuatu. Kamu bukan akan berhasil atau gagal, tapi akan berhasil atau belajar,” pesannya.

Humas UNS