E-Poster Milik Residen PPDS Neurologi FK UNS Jadi yang Terbaik dalam PIN PERDOSNI 2025

E-Poster Milik Residen PPDS Neurologi FK UNS Jadi yang Terbaik dalam PIN PERDOSNI 2025

UNS – Residen Program Profesi Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. dr. Rudi Ilhamsyah berhasil meraih Juara 1 E-Poster Presentation dalam ajang Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) 2025. Kegiatan ini berlangsung di Banda Aceh pada 28 hingga 31 Mei 2025.

Dalam kompetisi E-Poster Presentation, dr. Rudi Ilhamsyah mengusung penelitian berjudul “Enhancing Hypertension Patients’ Knowledge on Stroke Prevention: Comparison Between Empirical and Systematic Review Findings“. Topik ini diangkat berdasarkan diskusi bersama supervisornya, dr. R. Aj. Hanindia Riani Prabaningtyas, Sp.N., Subsp.NKI(K). Mereka memilih topik neuroepidemiologi yang masih jarang diangkat, khususnya terkait edukasi pasien hipertensi dalam pencegahan stroke.

Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke yang kerap tidak disadari oleh pasien. Oleh karena itu, penting adanya edukasi yang efektif agar pasien hipertensi memahami cara mengelola kondisi kesehatannya dengan benar.

“Pengetahuan pasien hipertensi tentang cara mencegah stroke masih rendah, sehingga edukasi yang efektif sangat diperlukan agar pasien dapat mengelola tekanan darah dengan baik dan mencegah terjadinya stroke,” terang dr. Rudi kepada uns.ac.id, Kamis (12/6/2025).

Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa pengetahuan pasien meningkat signifikan setelah dilakukan intervensi edukasi. Hal ini sejalan dengan temuan dalam systematic review yang dilakukan tim peneliti. Namun, systematic review mengungkapkan perlunya penyesuaian materi edukasi dengan konteks budaya dan literasi pasien. Temuan tersebut menjadi poin penting dalam menyusun program edukasi kesehatan di masyarakat.

“Jadi, yang menonjol adalah pentingnya pendekatan yang disesuaikan agar edukasi benar-benar efektif di berbagai populasi,” jelas dr. Rudi.

Keberhasilan meraih Juara 1 di tingkat nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dr. Rudi. Ia mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini dan mengucapkan terima kasih kepada keluarga, istri, anak, serta para guru besar di Neurologi FK UNS. Dukungan penuh dari warga kampus FK UNS menjadi motivasi besar untuk terus berkarya di bidang neurologi.

“Tentu semua atas dukungan penuh, baik dari keluarga saya, dr. Safina istri saya, anak saya, serta tentu dari bagian Neurologi FK UNS, baik dari KPS kami Dr. dr. Subandi, Sp.N., Subsp.NIOO(K)., FINS., FINA., serta guru-guru kami yang sangat mendukung penuh,” ungkapnya.

dr. Rudi juga membagikan tantangan yang dihadapinya selama menyusun penelitian dan mempresentasikan poster. Salah satunya adalah menentukan topik penelitian yang relevan dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, merancang metode penelitian yang tepat serta menyusun materi poster yang efektif dalam waktu singkat menjadi tantangan tersendiri.

Pentingnya peran tenaga medis, khususnya di bidang neurologi, dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat juga disampaikan dr. Rudi. Edukasi tentang stroke harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga pengenalan gejala dan penanganan cepat. Hal ini bertujuan menekan angka kejadian stroke dan komplikasi berat yang ditimbulkan.

Sebagai pesan, dr. Rudi mengajak sesama residen dan tenaga medis muda untuk terus aktif berkontribusi melalui karya ilmiah. Inovasi di bidang kesehatan akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

“Dengan penelitian dan publikasi yang bermakna, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberi dampak positif nyata bagi masyarakat,” pesan dr. Rudi.

Prestasi ini semakin memperkuat komitmen FK UNS dalam mencetak tenaga medis unggul dan berdaya saing nasional. UNS terus mendorong mahasiswa dan tenaga medisnya untuk aktif mengikuti berbagai forum ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, kontribusi UNS dalam dunia kesehatan Indonesia akan terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

PIN PERDOSNI 2025 merupakan agenda tahunan yang diikuti para dokter spesialis saraf se-Indonesia. Acara ini berkolaborasi dengan Kolegium Neurologi dan menghadirkan berbagai pakar terkemuka. Pertemuan ini mengangkat tema “Strengthening the Basic, Clinical Practices and Experiences of Neurology as a Base for Health Policy to Reinforce National Resilience.

Berbagai topik terkini di bidang Neurologi menjadi pemantik sejumlah diskusi, termasuk Epilepsi, Neurofisiologi, Neurologi Pediatrik, Neurobehavior, dan Neurologi Geriatri. Selain itu, terdapat pula bahasan seputar etika kedokteran dan hukum medis yang sangat relevan bagi tenaga kesehatan di Indonesia. PIN PERDOSNI 2025 juga dimeriahkan dengan pertunjukan budaya dan seni khas Aceh yang mempererat kebersamaan antartenaga medis.
Humas UNS