Esai Pembalut Berbasis Alginat dan Kitosan Milik Mahasiswa FK UNS Curi Perhatian di PIA 2025

Esai Pembalut Berbasis Alginat dan Kitosan Milik Mahasiswa FK UNS Curi Perhatian di PIA 2025

UNS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim yang terdiri dari empat mahasiswa berhasil meraih silver medal dalam ajang Pekan Ilmiah Andalas (PIA) 2025. Kompetisi ini merupakan lomba esai tingkat nasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

PIA 2025 diselenggarakan oleh Universitas Andalas, Sumatera Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan dalam Mendukung Pembangunan Nasional”. Tema tersebut dipilih untuk mendorong mahasiswa menghadirkan gagasan yang progresif sekaligus berwawasan lingkungan. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk berbagi gagasan, memperluas jejaring akademik, dan mengasah keterampilan ilmiah.

Tim UNS terdiri dari Kayla Karimah Supriatna, Liza Fitria Fajariatussamsiah, Nur Abdurrahman Mufid, dan Salma Majied Alfarrosa. Mereka merupakan mahasiswa angkatan 2024 Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter FK UNS. Dalam kompetisi ini, mereka mengangkat esai berjudul “NaturaFlow: Pembalut Ramah Lingkungan Berbasis Alginat dan Kitosan”. Ide tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan tim UNS meraih medali perak.

Kayla Karimah Supriatna selaku Ketua Tim mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Ia menyebutkan bahwa perjuangan tim tidaklah mudah karena harus membagi waktu dengan padatnya jadwal akademik. Mereka sempat beberapa kali mengganti ide sebelum akhirnya memutuskan konsep utama yang diusung pada kompetisi ini. Semua usaha dan kerja keras tersebut akhirnya terbayar saat pengumuman juara pada Sabtu (3/5/2025) lalu.

Lebih lanjut, latar belakang ide NaturaFlow berangkat dari keresahan terhadap limbah pembalut konvensional. Limbah tersebut sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan dalam jangka panjang. Selain itu, pembalut konvensional juga mengandung bahan kimia sintetis yang berpotensi mengganggu kesehatan. Berangkat dari hal tersebut, tim Mahasiswa FK UNS mencoba menghadirkan alternatif berbahan alami yang aman sekaligus ramah lingkungan.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang lebih aman, alami, dan mudah terurai dengan memanfaatkan bahan biopolimer seperti alginat dari rumput laut coklat dan kitosan dari limbah cangkang Pupa h. Illucens, yang terbukti memiliki sifat antibakteri dan biodegradable,” ujar Kayla kepada uns.ac.id, Senin (9/6/2025).

Produk pada esai NaturaFlow memanfaatkan biopolimer alami, yaitu alginat dari rumput laut coklat dan kitosan dari limbah cangkang Pupa h. Illucens. Keduanya memiliki sifat antibakteri dan biodegradable, sehingga dapat terurai dengan mudah di alam. Kayla menjelaskan, NaturaFlow juga tidak mengandung bahan pemutih atau bahan kimia berbahaya. Produk ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Dibandingkan produk pembalut konvensional, NaturaFlow (dirancang) menggunakan bahan-bahan alami, tidak berpemutih, dan sehat bagi pemakainya. NaturaFlow juga merupakan produk yang ramah lingkungan dan mudah terurai karena menggunakan bahan organik non-kimia,” terangnya.

Dari segi potensi, Tim Mahasiswa FK UNS optimistis ide pada esai NaturaFlow dapat diterapkan secara luas di masyarakat. Indonesia memiliki sumber daya alam lokal yang melimpah dan berkelanjutan, seperti rumput laut. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, produk seperti pada esai NaturaFlow menjadi solusi nyata atas persoalan limbah pembalut yang belum banyak mendapat perhatian. Mereka berharap inovasi ini dapat menjadi pionir dalam mewujudkan konsep “Menstruasi Cerdas, Alam Nyaman, Tanpa Was-Was”.

“Inovasi seperti NaturaFlow memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas di Indonesia karena memanfaatkan sumber daya alam lokal seperti rumput laut dan larva Hermetia illucens, yang tidak hanya melimpah tetapi juga berkelanjutan,” lanjut Kayla.

Selama proses penyusunan esai dan pengembangan konsep, Tim Mahasiswa FK UNS menghadapi berbagai tantangan. Padatnya aktivitas akademik dan persiapan ujian membuat terbatasnya waktu menjadi kendala utama. Selain itu, menentukan ide yang tepat dan menyusun konsep agar sesuai tema juga cukup menyita waktu. Meski demikian, kerja sama tim dan semangat untuk berkontribusi bagi lingkungan menjadi kunci keberhasilan mereka.

Kayla menegaskan pentingnya inovasi medis yang peduli lingkungan dan kesehatan reproduksi wanita. Ia dan tim menyoroti dampak limbah pembalut terhadap lingkungan serta risiko bahan kimia sintetis bagi kesehatan. Menurut mereka, mahasiswa kedokteran harus memiliki kepekaan terhadap isu tersebut dan berperan aktif menawarkan solusi berkelanjutan. Esai inovasi seperti NaturaFlow menjadi contoh nyata bagaimana ilmu kedokteran bisa bersinergi dengan isu lingkungan.

“Ini merupakan wujud pendekatan medis preventif yang berkelanjutan, sejalan dengan peran tenaga kesehatan masa depan yang tidak hanya peduli pada individu, tapi juga pada dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat secara luas,” tuturnya.

Sudah selayaknya mahasiswa aktif untuk terus berkarya dan peduli pada kondisi lingkungan. Tim Mahasiswa FK UNS mengajak mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan untuk memanfaatkan ilmu mereka dalam menghadirkan solusi atas permasalahan lingkungan. Mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat. Semangat menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, lingkungan kampus, hingga masyarakat luas. Ide ini sekaligus mencerminkan upaya untuk meraih Sustainable Development Goals (SDGs) Ketiga yaitu Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera.
Humas UNS