Hibah MBKM Pendidikan Teknik Bangunan UNS Dorong Desa Sruni, Boyolali Manfaatkan Limbah Ternak jadi Energi Listrik

Hibah MBKM Pendidikan Teknik Bangunan UNS Dorong Desa Sruni, Boyolali Manfaatkan Limbah Ternak jadi Energi Listrik

UNS – Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan program bertajuk SMART TECHNO (Seminar Pengelolaan Biogas Menjadi Energi Listrik) di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Tim ini diketuai oleh Rio Trida Hardani, dengan anggota Roey Septiadi Hardano, Muhammad Irsyad Akmaluddin, Izza Konita Luthfia, dan Devia Indriani, dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Ida Nugroho Saputro S. T., M.Eng. IPM.

Program SMART TECHNO merupakan bagian dari upaya membentuk Desa Sruni sebagai desa berbasis energi listrik yang mandiri. Kegiatan ini dilaksanakan melalui berbagai tahapan, mulai dari survei, koordinasi dengan narasumber, hingga pelaksanaan seminar edukatif kepada masyarakat.

“Meskipun sebelumnya Desa Sruni pernah mendapatkan sosialisasi terkait pengolahan limbah ternak menjadi biogas, namun kegiatan tersebut belum berjalan secara berkelanjutan dan menyeluruh. Melalui program ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk memanfaatkan limbah ternak hingga dapat menjadi energi listrik secara mandiri, agar potensi biogas yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Izza Konita Luthfia, salah satu tim pelaksana dari Program SMART TECHNO kepada uns.ac.id, Kamis (31/7/2025).

Tim SMART TECHNO juga menjalin koordinasi dengan pemateri berpengalaman di bidang biogas, yakni Dr. Sulistyo, S. T., M. Si. guna merancang seminar yang aplikatif dan mudah dipahami masyarakat. Seminar dilaksanakan pada 28 Juni 2025 di Balai Desa Sruni, dengan menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemilik ternak, tokoh desa, hingga perwakilan bapak/ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam penggunaan energi di rumah tangga.

Materi yang disampaikan dalam seminar mencakup pengenalan konsep biogas hingga kemudian dirancang untuk bisa menjadi energi listrik. Kemudian pemaparan manfaat lingkungan dan ekonominya, penjelasan teknis pembuatan instalasi sederhana, hingga contoh penerapan biogas menjadi energi listrik di lingkungan pedesaan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif.

“Potensi limbah ternak di Desa Sruni luar biasa. Kalau bisa dikelola jadi energi, bukan hanya mengurangi pencemaran, tapi juga bisa menjadi alternatif energi yang lebih efisien dan bisa meningkatkan kemandirian energi desa. Biogas bukan hal yang rumit kalau dimulai dari kesadaran dan kemauan bersama,” ujar Dr. Sulistyo dalam sesi pemaparannya.

Kegiatan seminar ini disambut dengan antusias oleh warga. Beberapa peserta aktif berdiskusi, menyampaikan kendala, dan menyatakan ketertarikannya untuk mulai mencoba mengolah limbah ternak menjadi biogas. Salah satu warga, Widiatomo, menyampaikan harapannya agar program semacam ini bisa terus dilanjutkan dan dapat bermanfaat hingga kedepannya.

“Seminar ini mengingatkan kami kembali tentang potensi besar limbah ternak. Kalau bisa diterapkan dengan baik, kami bisa menghemat gas elpiji dan menjaga lingkungan lebih bersih,” ujarnya.

Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, program SMART TECHNO berhasil membuka kembali kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah sebagai sumber energi. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong Desa Sruni menuju kemandirian energi, serta menjadi desa percontohan dalam pemanfaatan teknologi tepat guna di wilayah Boyolali. HUMAS UNS