UNS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam konferensi internasional. Marvel Primananda berhasil meraih predikat Best Presenter dalam The 3rd International Conference on Disaster Management and Climate Change (ICoDMC) 2025. Ia merupakan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS sekaligus anggota Urban Rural Design & Conservation (URDC) Laboratory.
The 3rd ICoDMC 2025 digelar pada Sabtu (9/8/2025) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting. Konferensi internasional ini menggelar tema besar “Technology Innovation and Nature-Based Solutions for Climate Resilience”.
Dalam ajang tersebut, Marvel mempresentasikan penelitian berjudul “Exploring Experimental Architectural Approaches in Designing Post-Disaster Shelters and Settlements at Surakarta City”. Kepada uns.ac.id, Marvel menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada eksplorasi bentuk arsitektur yang dapat menjadi tempat tinggal manusia pascabencana iklim berskala besar.
“ Shelter ini menerapkan strategi-strategi desain seperti sistem modular dengan mekanisme plug-in, pendinginan pasif, dan prinsip self-sufficient dalam penyediaan pangan dan energi,” ujar Marvel kepada uns.ac.id, Jumat (12/9/2025).
Pemilihan topik penelitian ini tidak lepas dari kegelisahan Marvel terhadap kondisi Kota Surakarta yang kian panas. Ia mengungkapkan bahwa laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memproyeksikan kenaikan suhu bumi hingga empat derajat celsius pada akhir abad ini. Selain itu, model banjir Surakarta juga menunjukkan potensi persebaran yang luas pada akhir abad ke-21.
Dalam proses penelitian, Marvel menggunakan pendekatan arsitektur eksperimental dengan dua metode utama. Pertama, metode skenario spekulatif yang menghasilkan asumsi terkait kondisi bumi pada tahun 2100. Kedua, studi kasus analog melalui penelitian terhadap anjungan lepas pantai yang terbukti mampu bertahan di kondisi ekstrem laut lepas.
“Pendekatan ini memungkinkan saya bereksperimen dan menerapkan strategi-strategi desain yang ‘liar’ dan berbeda dari norma desain arsitektur pada umumnya,” tuturnya.


Meskipun desain shelter yang diajukan tidak dimaksudkan sebagai solusi teknis yang dapat langsung diterapkan, Marvel menegaskan bahwa penelitian ini bertujuan memicu refleksi kritis. Ia berharap karyanya dapat mendorong kesadaran tentang pentingnya tindakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Jika tidak ada langkah konkret, maka masa depan pascabencana yang digambarkan dalam proyek ini dapat menjadi kenyataan yang sulit dihindari.
Selain menyampaikan hasil penelitian, Marvel juga membagikan pesan inspiratif kepada mahasiswa UNS lainnya. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk tampil di forum internasional meskipun karya yang dimiliki belum sempurna. Baginya, forum seperti ICoDMC bukan hanya ajang untuk mempresentasikan hasil akhir, tetapi juga kesempatan berbagi ide, memperluas wawasan, dan memperdalam penelitian.
“Jadi beranilah untuk tampil, karena justru di situ kesempatan berkembang terbuka,” pesan Marvel.
ICoDMC 2025 sendiri merupakan konferensi internasional yang rutin diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Penanggulangan Bencana UNS. Konferensi ini menjadi wadah utama pertukaran pengetahuan antara akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa terkait mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. Paper yang diterima akan dipublikasikan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science yang terindeks Scopus, sedangkan paper terpilih berkesempatan diterbitkan di GeoEco Journal terindeks Sinta 2.
Keberhasilan Marvel meraih penghargaan Best Presenter di ajang ini menegaskan kontribusi nyata mahasiswa UNS dalam diskursus global mengenai bencana dan perubahan iklim. Prestasi ini juga menunjukkan peran penting UNS dalam menghasilkan riset inovatif dan inspiratif yang relevan dengan tantangan masa depan.
Humas UNS


















