Mahasiswa Desain Interior UNS melalui program MBKM “Proyek Desa” di Delanggu, Klaten (Agustus-Desember 2025) mendorong pelestarian Padi Rojolele Delanggu dengan tema “Membangun Budaya Padi Lokal Rojolele Delanggu melalui Inovasi Desain Berbasis Pendekatan Urban–Rural dan Food Culture”. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam panen, festival menanam, makan bersama, serta pengembangan desain kemasan dan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat identitas pangan lokal, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan budaya desa sekaligus mengaplikasikan ilmu desain.
UNS — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan Proyek Desa dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema Membangun Budaya Padi Lokal Rojolele Delanggu melalui Inovasi Desain Berbasis Pendekatan Urban–Rural dan Food Culture, sebagai upaya pelestarian varietas padi lokal sekaligus pemberdayaan ekonomi dan budaya masyarakat desa.
Kegiatan MBKM Proyek Desa ini dibimbing oleh dosen Prodi Desain Interior FSRD UNS, Pandu Purwandaru, S.Ds., M.Ds., Ph.D. dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2025 bersama Tim Mahasiswa yang diketuai oleh Martina Desi Irna Setiyobudi.
Program ini dirancang untuk berlangsung selama enam bulan dengan fokus pada pelestarian padi lokal Rojolele sebagai identitas khas wilayah Delanggu.
Rojolele Delanggu merupakan varietas padi lokal unggulan yang telah lama dibudidayakan dan dikenal memiliki kualitas rasa tinggi. Namun, perubahan sistem pertanian sejak era Revolusi Hijau menyebabkan varietas ini mulai ditinggalkan karena masa tanamnya yang relatif panjang. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membangkitkan kembali eksistensi Rojolele Delanggu dengan pendekatan urban–rural exchange dan penguatan food culture sebagai identitas pangan lokal,” terang Pandu Purwandaru kepada uns.ac.id, Kamis (15/1/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses panen padi Rojolele bersama masyarakat Desa Sabrang, Delanggu. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual sekaligus bentuk penghargaan terhadap kerja dan pengetahuan petani lokal. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyelenggaraan “Festival Menanam Rojolele” yang dirancang sebagai ruang temu antara masyarakat desa dan masyarakat kota.
Festival Menanam Padi Rojolele tidak hanya menampilkan prosesi menanam, tetapi juga menghadirkan budaya makan lokal melalui kegiatan makan jajanan tradisional bersama.
Kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial antara masyarakat desa dan kota, sekaligus sarana untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional berbasis pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya setempat. Melalui pengalaman makan bersama, nilai kebersamaan, tradisi, dan kearifan lokal diharapkan dapat kembali dihidupkan dalam konteks kegiatan desa yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari tahapan pasca tanam, mahasiswa juga melakukan pengembangan desain kemasan, pelabelan, branding, serta penyusunan strategi pemasaran produk beras Rojolele dan kerajinan jerami. Pendekatan desain ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra Rojolele Delanggu sebagai produk pangan berbasis budaya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan keilmuan desain interior, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pengetahuan lokal dan perspektif desain kontemporer. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Delanggu, baik dalam bentuk pelestarian varietas padi lokal, peningkatan nilai ekonomi hasil tanam, maupun penguatan identitas budaya pangan.
Kegiatan MBKM Proyek Desa Delanggu ini mencerminkan komitmen UNS dalam mendorong pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat, kolaborasi lintas disiplin, serta pengembangan desain yang peka terhadap konteks sosial, budaya, dan lingkungan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG Keempat Pendidikan yang Berkualitas dan SDG Keduabelas, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama kegiatan mahasiswa UNS di Delanggu, Klaten?
Mahasiswa UNS bertujuan mendorong pelestarian varietas padi lokal Rojolele Delanggu, memberdayakan ekonomi dan budaya masyarakat desa melalui inovasi desain. Lihat di artikel
Bagaimana mahasiswa UNS melibatkan masyarakat dalam pelestarian Padi Rojolele Delanggu?
Mahasiswa terlibat langsung dalam proses panen, menyelenggarakan “Festival Menanam Rojolele” yang mempertemukan masyarakat desa dan kota, serta memfasilitasi kegiatan makan bersama. Lihat di artikel
Pendekatan desain apa yang diterapkan mahasiswa UNS dalam program ini?
Mahasiswa menerapkan pendekatan desain urban-rural exchange, penguatan food culture, serta pengembangan desain kemasan, pelabelan, branding, dan strategi pemasaran. Lihat di artikel
Mengapa varietas Padi Rojolele Delanggu mulai ditinggalkan?
Varietas ini mulai ditinggalkan karena masa tanamnya yang relatif panjang dibandingkan varietas lain yang muncul sejak era Revolusi Hijau.
Apa dampak yang diharapkan dari program MBKM Proyek Desa ini bagi masyarakat Delanggu?
Dampak yang diharapkan meliputi pelestarian varietas padi lokal, peningkatan nilai ekonomi hasil tanam, dan penguatan identitas budaya pangan. Lihat di artikel
















