Prodi PPG FKIP UNS membekali calon guru dengan jiwa edupreneur melalui workshop kewirausahaan pada Minggu (21/6/2026). Tujuannya adalah membekali pendidik dengan kompetensi inovatif untuk tantangan pendidikan abad ke-21, menciptakan solusi kreatif, dan menumbuhkan karakter kewirausahaan pada siswa.
UNS — Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan dalam rangka Pengembangan Jiwa Edupreneur bagi Calon Guru Profesional pada Minggu (21/6/2026) di Aula Gedung F Lantai 3 FKIP UNS. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 sebagai upaya membekali calon pendidik dengan kompetensi kewirausahaan dan kemampuan inovatif yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
Ketua Prodi PPG FKIP UNS, Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan jiwa edupreneur bagi calon guru merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan di era saat ini. Menurutnya, guru harus mampu menjadi inovator yang menciptakan pembelajaran bermakna dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Jiwa edupreneur bukan hanya tentang membangun usaha, tetapi tentang kemampuan melihat peluang, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan. Harapannya, para calon guru dapat menjadi pendidik yang kreatif, adaptif, dan mampu menumbuhkan karakter kewirausahaan pada peserta didik,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan perspektif mengenai pengembangan jiwa kewirausahaan dalam dunia pendidikan.
Materi pertama disampaikan oleh Direktur Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan (DAKM) UNS, Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM., dengan tema “Change Mindset Edupreneur untuk Membangun Kompetensi Abad Ke-21”. Dalam paparannya, Prof. Niniek (sapaan akrab Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM.) menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) edupreneur bagi calon guru agar mampu menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, adaptif, serta mampu mengembangkan kompetensi abad ke-21 pada peserta didik.




Selanjutnya, Guru Besar Pendidikan Kewirausahaan FKIP UNS, Prof. Dr. Susilaningsih, M.Bus., menyampaikan materi bertajuk “Pengembangan Ide dan Peluang (Perspektif Pendidik sebagai Edupreneur)”. Ia menjelaskan bahwa konsep edupreneur tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas bisnis, melainkan mencerminkan sikap inovatif dalam dunia pendidikan. Menurutnya, seorang edupreneur merupakan agen perubahan yang mampu memanfaatkan peluang, menciptakan inovasi pembelajaran, serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang kreatif dan transformatif. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai peluang pengembangan diri sebagai edupreneur, seperti pengembangan materi pembelajaran, pelatihan, digital course creation, hingga pendampingan pendidikan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Seksi Kewirausahaan Mahasiswa DAKM UNS, Putri Permatasari, S.P., M.Si., dengan tema “Entrepreneurial Mindset untuk Siswa”. Dalam sesi tersebut, Ia menjelaskan bahwa kewirausahaan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas berdagang atau mencari keuntungan, melainkan sebagai pola pikir yang menekankan kepekaan dalam melihat peluang, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, serta keberanian mengambil risiko secara terukur. Ia menegaskan bahwa penguatan pola pikir kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini agar peserta didik tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga mampu menjadi job creator yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan zaman.
Kegiatan semakin interaktif melalui sesi praktik pengembangan ide dan peluang usaha yang dipandu oleh Kasubdit Kewirausahaan Mahasiswa DAKM UNS, Dr. Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B., bersama tim instruktur yang terdiri atas Mahardika Bekti, S.S., M.Si., Muhammad Syaifudin, A.Md., Dinda Pangestika W., S.P., M.P., dan Riskawati, S.Pd., M.Pd.
Pada sesi ini, mahasiswa diajak mengidentifikasi berbagai permasalahan di lingkungan sekitar, mengembangkan ide solusi yang inovatif, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengeksplorasi dan memvalidasi peluang usaha yang potensial. Melalui pendampingan langsung dari para instruktur, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai kewirausahaan, tetapi juga pengalaman praktik dalam merancang ide usaha yang kreatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta berpeluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Prodi PPG FKIP UNS berharap para calon guru mampu mengembangkan pola pikir edupreneur, meningkatkan kemampuan inovasi, serta menjadi agen perubahan yang dapat menghadirkan solusi kreatif bagi berbagai tantangan pendidikan di masa depan. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama workshop kewirausahaan bagi calon guru PPG UNS?
Workshop ini bertujuan membekali calon guru profesional dengan kompetensi kewirausahaan dan kemampuan inovatif yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Lihat di artikel
Bagaimana peran edupreneur bagi seorang guru menurut Ketua Prodi PPG FKIP UNS?
Ketua Prodi PPG FKIP UNS menyatakan bahwa guru harus mampu menjadi inovator yang menciptakan pembelajaran bermakna, melihat peluang, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan. Lihat di artikel
Materi apa saja yang dibahas dalam workshop edupreneur bagi calon guru PPG UNS?
Materi meliputi ‘Change Mindset Edupreneur’, ‘Pengembangan Ide dan Peluang’, ‘Entrepreneurial Mindset untuk Siswa’, serta sesi praktik pengembangan ide dan peluang usaha. Lihat di artikel
Bagaimana mahasiswa PPG UNS dilatih untuk mengembangkan ide dan peluang usaha?
Mahasiswa diajak mengidentifikasi permasalahan, mengembangkan ide solusi inovatif, dan memanfaatkan AI untuk mengeksplorasi serta memvalidasi peluang usaha potensial melalui sesi praktik. Lihat di artikel


















