Pusat Bahasa Mandarin UNS Peringati Confucius Day dengan Semarak Budaya Tiongkok

Pusat Bahasa Mandarin UNS Peringati Confucius Day dengan Semarak Budaya Tiongkok

UNS— Dalam rangka memperingati Confucius Day sekaligus merayakan ulang tahun ke-21 Institut Konfusius, Pusat Bahasa Mandarin Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara bertajuk ‘Open House’ pada Jumat (26/9/2025). Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan khas Tiongkok, seperti tradisi minum teh dan kesenian menulis Shufa (kaligrafi Tiongkok), yang diikuti oleh dosen beserta tamu undangan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Bahasa Mandarin/ Confucius Institute UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.; Direktur Pusat Bahasa Mandarin UNS dari pihak Tiongkok, Dr. Fan Jie; Dekan dan Direktur di lingkungan UNS, dosen dan tamu undangan lainnya.

Kepala Pusat Bahasa Mandarin/ Confucius Institute UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dalam sambutannya menyampaikan, Confucius Day yang jatuh setiap tanggal 28 September merupakan momen penting untuk mengenang ajaran dan warisan nilai-nilai luhur dari Kong Zi (Confucius), seorang filsuf besar Tiongkok yang menjadi panutan dalam bidang etika, pendidikan, dan moralitas. Maka dari itu, dari Pusat Bahasa Mandarin/ Confucius Institute menggelar ‘Open House dalam rangka Confucius Day’. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat pemahaman lintas budaya, serta memperkenalkan kekayaan tradisi Tiongkok secara lebih dekat kepada masyarakat kampus dan sekitarnya.

“Melalui Confucius Day, kami ingin menghadirkan nuansa budaya Tiongkok yang otentik, tidak hanya melalui bahasa, tapi juga lewat tradisi dan seni. Tradisi minum teh dan menulis Shufa merupakan simbol penting dalam budaya Tiongkok yang sarat nilai filosofis dan estetika,” ujar Prof. Ahmad Yunus.

Sementara itu, Direktur Pusat Bahasa Mandarin UNS dari pihak Tiongkok, Dr. Fan Jie dalam sambutannya menyampaikan Hari Institut Konfusius ini memperingati berdirinya Institut Konfusius yang kini telah berusia 21 tahun. Selama dua dekade lebih, Institut Konfusius telah tersebar dihampir 200 negara, dengan lebih dari 500 institut yang mengajarkan bahasa dan budaya Tionghoa kepada masyarakat di seluruh dunia. Keberadaan Institut ini menjadi platform penting untuk pertukaran bahasa dan budaya antara Tiongkok dan masyarakat global.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran semua peserta dalam perayaan ulang tahun ke-21 Institut Konfusius ini. Tema pertunjukan yang kami angkat kali ini adalah ‘teh’ dan ‘kaligrafi’ sebagai simbol budaya Tiongkok yang kaya dan berharga,” ujar Dr. Fan Jie.

Dalam rangkaian acara, peserta diajak untuk merasakan keindahan tradisi minum teh Tiongkok yang tidak hanya sebagai ritual minum, tetapi juga sebagai refleksi filosofi kehidupan. Dalam sesi tradisi minum teh, peserta diajak merasakan pengalaman menyeduh dan mencicipi berbagai jenis teh tradisional Tiongkok, sembari mempelajari makna filosofis di balik setiap gerakan dalam prosesi tersebut. Sementara dalam kegiatan Shufa, para peserta dikenalkan pada teknik dasar menulis huruf Han menggunakan kuas tinta di atas kertas Xuan, yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Pusat Bahasa Mandarin UNS berharap dapat terus menjadi jembatan budaya yang memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok melalui pendidikan, bahasa, dan kebudayaan. HUMAS UNS