Angkat Peranan Genetika dalam Pemuliaan Tanaman Bio-Energi, Dosen FP UNS Dikukuhkan sebagai Guru Besar

UNS — Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Ir. Endang Yuniastuti, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS pada Selasa (9/3/2021). Prof. Endang yang merupakan guru besar ke-33 FP dan ke-234 UNS ini menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul `Peranan Genetika Dalam Pemuliaan Tanaman Bio-Energi`. Dalam kesempatan ini, Prof. Endang menegaskan bahwa ilmu genetika tanaman sangat berperan dalam program pemuliaan tanaman.

“Ilmu genetika tanaman sangat berperan dalam program pemuliaan tanaman untuk menghasilkan komoditas tanaman sesuai tujuan yang diinginkan,” terang Prof. Endang.

Pada kesempatan ini, Dr. Endang mengambil fokus pada pemuliaan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku energi. Menurut Prof. Endang, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang cukup padat, sehingga kebutuhan energi juga cukup tinggi. Kebutuhan energi meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan persediaan energi semakin berkurang. Keadaan yang demikian memaksa dan mendorong manusia mencari sumber energi yang baru. Indonesia memiliki potensi yang besar akan sumber daya alam dan tumbuhan, sebagai sumber energi alternatif.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia pertanian, ia merasa memiliki kewajiban untuk turut serta membantu memikirkan masalah kelangkaan energi yang sedang terjadi.

“Sebagai orang yang bergelut di bidang pertanian, merupakan suatu kewajiban untuk membantu memikirkan masalah kelangkaan energi yang terjadi di negara bahkan di bumi ini, dengan memanfaatkan ilmu pertanian sebagai landasan untuk menciptakan atau mencari energi alternatif,” jelas Prof. Endang.

Prof. Endang menuturkan bahwa Indonesia saat ini memiliki potensi yang cukup besar dalam pencarian sumber energi baru dengan memanfaatkan sumber daya alam dan tumbuhan yang ada. Persyaratan utama tanaman bisa dimanfaatkan sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) berdasarkan aturan pemerintah adalah tanaman tersebut dipilih selain memiliki multifungsi, produktivitas, dan rendemen minyaknya juga tinggi serta tidak berpeluang terhadap konflik pemanfaatan bahan pangan konversi menjadi biofuel. 

Semenjak tahun 2008, Prof. Endang mulai menekuni penelitian di bidang bioenergy khususnya agrofuel.

“Sejak tahun 2008 sampai saat ini saya mulai menekuni penelitian di bidang bioenergi khususnya agrofuel sesuai bidang saya. Beberapa tanaman yang sudah saya amati antara lain jarak pagar, ganyong, kepuh, pachira. Sedangkan mulai tahun 2019 saya mulai tertarik untuk melakukan penelitian agrofuel dari beberapa limbah biji dari buah-buahan yang tidak dimanfaatkan sebagai benih diantaranya biji rambutan, dan biji matoa,” ujar Prof. Endang.

Prof. Endang menambahkan dari sekian banyak penelitian agrofuel yang dilakukan, tanaman kepuh memiliki potensi cukup baik sebagai bahan baku bio-diesel. “Dari sekian banyak penelitian agrofuel yang saya lakukan, tanaman kepuh atau orang mengenal dengan sebutan tanaman Gendruwo (Sterculia foetida Linn) memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan sebagai bahan baku bio-diesel,” tambahnya.

Dalam penelitian komoditas kepuh, limbah yang dihasilkan berupa ampas dan cangkang biji.

“Dalam penelitian yang saya lakukan pada komoditas kepuh atau gendruwo, limbah yang dihasilkan berupa ampas dan cangkang biji serta cangkang buah tidak dibuang sia sia atau mencemari lingkungan, tetapi bersama tim penelitian saya, limbah yang ada kami lakukan karbonisasi dan dilanjutkan dengan ekstrak sampai menjadi serbuk yang siap di press menjadi briket,” ujar Prof. Endang.

Menutup orasinya, Prof. Endang berharap ia dapat membantu permasalahan kelangkaan energi sesuai bidang masing-masing.

“Sebagai penghujung dari orasi ini, saya berharap kita dapat berperan serta dalam membantu permasalahan kelangkaan energi sesuai bidang kita masing-masing dengan pengembangan energi alternatif atau EBT yang ramah lingkungan untuk Mandiri Energi,” pungkas Prof. Endang. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti