Dekan FSRD UNS Dilantik sebagai Ketua APSI Wilayah Solo Raya Periode 2024-2027

UNS – Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Deny Tri Ardianto, Dipl.Art., mendapat kepercayaan sebagai Ketua Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (APSI) Wilayah Solo Raya Periode 2024-2027. Pelantikan berlangsung di Aula Gedung H.B. Soetopo FSRD UNS, Kamis (10/10/2024). Momen ini dihadiri langsung oleh Ketua APSI Pusat, Dr. Agus Cahyono, M.Hum.

Dr. Deny menyatakan bahwa kontribusi APSI Wilayah Solo Raya dalam merambah kesenian dilakukan melalui sektor pendidikan. Dukungan diberikan dengan menjembatani institusi pendidikan dengan pemerintah dalam hal kolaborasi pagelaran seni dan budaya. Pengurus APSI yang terdiri dari pendidik, peneliti, dan praktisi seni mampu memetakan potensi setiap daerah di Solo Raya.

“Wilayah kami (APSI) akademik, yakni pengembangan dan pelestarian seni budaya. Kami juga memberikan rekomendasi dalam bentuk regulasi untuk pemetaan seni budaya di Solo Raya,” kata Dr. Deny.

Ketua APSI Pusat, Dr. Agus Cahyono, M.Hum. berharap bahwa APSI Wilayah Solo Raya mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya Indonesia. Ia mencontohkan salah satunya dengan memperluas jejaring. APSI Wilayah Solo Raya dapat membangun hubungan antar Lembaga dan antar negara dalam sektor industri kreatif.

Rangkaian acara sebelumnya, FSRD UNS juga mengadakan Seminar Internasional bertajuk “The Role of Creative Industries in Driving ASEAN Economic Growth”. Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Dr. Agus Cahyono, M. Hum. yang juga merupakan akademisi Universitas Negeri Semarang (Unnes); Dr. Mohd. Asyiek Bin Mat Desa dari Universiti Sains Malaysia; Khwanrat Chinda, Ph.D., dari Poh-Chang Academy of Art, Thailand; dan Dr. Nguyen Dac Thai dari Van Lang University, Vietnam.

Seminar ini dilandasi adanya fenomena pesatnya pertumbuhan industri kreatif di berbagai negara, termasuk kawasan ASEAN. Negara-negara ASEAN dinilai memiliki kekayaan budaya yang beragam dan sumber daya manusia kreatif yang berlimpah. Sektor ini memegang peran penting dalam memperkuat perekonomian. Dengan kemajuan teknologi digital, industri kreatif semakin memiliki potensi untuk berinovasi dan berkembang. Hal ini mendorong daya saing global bagi negara-negara anggota ASEAN. Untuk mengoptimalkannya, perlu ada kontribusi aktif dan kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pihak.

Dr. Deny Tri Ardianto, Dipl.Art., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi upaya FSRD UNS dalam mengembangkan industri kreatif. Sebagai sebuah forum diskusi, kolaborasi antara UNS dengan APSI dan perguruan tinggi di Kawasan ASEAN, maka dilakukan pemetaan peluang, tantangan, serta merumuskan strategi untuk mendorong industri kreatif sebagai kekuatan utama dalam pertumbuhan ekonomi.

“Dengan kerja sama lintas sektor dan negara, industri kreatif di ASEAN diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu kerja sama aktif dengan berbagai pihak mutlak diperlukan. Paling tidak, sebagai institusi pendidikan bidang  seni, bisa bersama-sama menyusun rekomendasi kebijakan untuk mendukung penguatan ekonomi kreatif di kawasan ASEAN,” ujar Dr. Deny.

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti